Thursday, January 17, 2019

Untuk Temanku yang Bercerai

Entah kenapa, sedari saya remaja dulu, saya selalu yakin bahwa saya pasti tidak akan lama menemukan jodoh saya. Udah yakin aja gitu kalo akan nikah cepat. Dan dengan ke-free-spirit-an saya sebagai seorang wanita, dengan mudahnya saya berprinsip 'daripada free-sex, mendingan langsung married, kalo nggak cocok ya tinggal cerai aja'. Iya. Seslebor itu Madam emang.

Biar slebor slonong koboi, diri ini cukup adem menjadi tempat para teman-teman metropolitan untuk cecurhatan isi hati dan lambungnya. Dan semakin berjalannya waktu, semakin 'matang' dan berat isi curhatannya. Ketika Madam sedang hot-hotnya nikmatin hidup dengan suami ganteng dan empat anak yang hiruk pikuknya ampun-ampunan, mulai satu per satu terima curhatan tentang mereka yang thinking of divorce. Macem-macem penyebabnya. Karena suami kasar fisik. Karena suami selingkuh. Karena suami pelit. Karena suami mandul. Karena suami ini. Karena suami itu.

Yang membuat Madam tergerak untuk nulis blog ini adalah.. Madam tiba-tiba aja jadi keingetan ucapan salah satu teman yang bilang..

"Selalu kagum gue sama loe Mayo. Apa yang loe usahakan pasti berhasil. Kalau gue, nikah aja gagal. Mudah-mudahan aja nih ngedidik anak-anak nggak gagal juga.."

Ada juga yang bilang, gimana dia malu sama orang tuanya. Dan teman-temannya. Dan para mantannya. Ho ooooohhh... di dalam dukanya, ternyata seorang wanita masih bisa ngerasa malu sama para mantannya masaaaaaa. Ahmazing emang para wanita ini yooo...

Tahukah kalian para netizen yang budiman sekalian apa yang Madam katakan kepada mereka? Kurang lebih kayak gini..

Wahai temanku yang bercerai..
Kok berani-beraninya kalian menganggap diri kalian gagal? 
Kok bisa-bisanya kalian membiarkan diri kalian dicap gagal oleh lingkungan kalian?
Kalian bisa dan berhak berpikir yang sebaliknya.
Kalian adalah orang yang sukses menyelamatkan diri dari hantaman suami jahanam.
Tapi kan emang salah aku, Madam.. soalnya nggak bisa memenuhi ekspektasinya dia. Jadinya dia marah.
Lha ya bodo amat. Itu adalah masalah dia dengan kebodohan anger managementnya dia. Orang kayak gitu pasti nggak memenuhi ekspektasimu kan? Lalu apakah kamu langsung kasih gerakan cincang babi ke dia? Nggak kan? Siapa yang gagal disini, ha?

Gagal?
Kalian bisa dan berhak berpikir yang sebaliknya.
Kalian adalah orang yang mampu mengeluarkan diri dari kondisi dijadikan keset oleh suami. Ada sik di rumah. Tetep dipake. Tapi ya diinjek-injek. Dia mah sayang-sayangan sama selingkuhannya. Mampu keluar dari kondisi itu apakah bisa dinamakan gagal?
Selamat, kamu telah berhasil membuat langkah baru untuk membuat dirimu bahagia, ceu..

Jadi.. para teman-temanku yang menjanda..
Kalian itu bukan wanita gagal. Kalian itu adalah wanita yang berani memutuskan untuk bangkit dan siap untuk merekah lagi. Memasuki keadaan menjadi single lagi itu bukan perkara yang gampang. Bukan perkara yang nggak akan bikin baperan. Tapi kalian berani untuk menjalaninya. Dan ternyata.. kalian akhirnya bisa move on. Kalian bisa tertawa ngakak lagi. Itu geraham bungsunya aja sampek keliatan saking hot banget ngakaknya.

Kalian bukan orang gagal. 
Kalian orang sukses. Dari kalian itu Madam juga banyak belajar.
Love you banget lah. So love yourself yaakk..

No comments:

Post a Comment

8 dari 10 Anak Kurang DHA dan Omega 3. Apakah Termasuk Anak Kita?

Apa sih DHA ini sebetulnya? Itu adalah singkatan dari DokosaHeksaenoat Acid yang banyak dijumpai pada otak. Bahasa awamnya adalah DH...