Tuesday, January 22, 2019

Pelajaran Bisnis Fashion dari 30 Tahun Pengalaman Shafira



Mau punya penghasilan sendiri? Mauuuu..
Mau punya usaha di bidang fashion yang pasti banyak peminatnya? Mauuuu...
Sudah punya gambaran bagaimana memulainya? Beluuuummm...
Nah ini diaaaa...


Sekarang sudah banyak yang memutuskan untuk punya bisnis sendiri. Malah ada yang sambil bekerja jadi karyawan di perusahaan orang lain, dan sambil punya usaha sendiri juga. Tapi masih ada juga yang maunya punya usaha sendiri, cuman masih takut untuk memulai untuk beberapa alasan dan terpaksa bertahan bekerja di perusahaan orang lain. 



Jumat 18 Januari 2019 kemarin kebetulan saya mendapatkan kesempatan untuk 'belajar' dari para orang-orang hebat di balik brand fashion muslim ternama Shafira. Bertempat di Harlequin, Kemang, bersama belasan blogger lainnya dari ISB, saya menjadi salah satu yang bisa memetik pelajaran dari acara Press Conference 30 Years Shafira The World Wanderer. Dan ya pastinya, ilmu yang didapat itu sebaiknya disebarluaskan dong yaaa..

Baiiik. Mari kita mulai. Saya infoin dulu aja yaa ilmu yang saya petik itu berasal dari siapa aja. Di acara tersebut, hadir sebagai mereka yang share pengalaman dan rencananya adalah ibu Fenny Mustafa (Founder dan CEO Shafira Coorporation), Denny Setiawan (CEO Shafira Coorporation), dan Setiawan (Desainer Shafira selama 20 tahun).

1. Mulai dengan kemauan
Adanya nama Shafira sebagai salah satu pelopor busana muslim di Indonesia adalah didorong kemauan yang kuat dari Ibu Fenny untuk memulai. Apakah saat itu ada pengetahuan mengenai fashion? Nggak. Saat itu malah masih kuliah, di jurusan yang sama sekali nggak ada hubungannya sama disain ataupun seni. Adanya kemauan yang kuat untuk memulai membuat Ibu Fenny langsung take action untuk mulai mewujudkan apa yang diinginkannya. Saat beliau memulai, settingan yang ada di kepalanya adalah: hanya 2 pilihan saat menjalaninya, sukses atau sukses. Jadi bukan sukses atau gagal.


Tau apa yang dimau membuatnya menjadi tau apa yang selanjutnya harus dilakukannya. Mulailah beliau menyusun rencana dan menyusun apa aja yang dibutuhkannya dalam menjalani bisnis barunya. Tau apa yang dimau membuatnya punya dorongan yang kuat mulai mempelajari dunia fashion. Tau apa yang dimau membuatnya mulai bertindak sebagai desainer dadakan demi menciptakan produk baju muslim.

Jadi, ketika kita sudah punya kemauan, hal tersebut menggiring kita untuk hal-hal baik selanjutnya.

2. Tentukan ciri khas



Sebelum mulai membuat desain untuk koleksi pakaian yang akan diproduksi, sebaiknya sudah ditentukan dulu apa hal yang menjadi ciri khas koleksi pakaian kita. Pastinya hal ini akan sangat mempermudah kita saat mulai menggerakkan tangan kita menggambar desain baju. Simple dan minimalis. Itu ciri khas yang ditetapkan untuk koleksi pakaian Shafira. Dari dulu hingga sekarang. Bertahan selama 30 tahun.

3. Gunakan potensi yang sudah dimiliki
Setiap manusia pasti punya potensi atas sesuatu. Dan pasti akan ada gunanya dalam menjalani bisnis yang kita pilih. Saat memulai bisnisnya, Ibu Fenny itu nggak bisa ngedesain ama sekali. Tapi beliau punya bayangan akan seperti apa pakaian yang diinginkannya. Dengan kemampuan menggambar yang seadanya, Ibu Fenny mulai menggambar seada-adanya. Selain itu Ibu Fenny juga menggunakan networkingnya, beliau mulai mengajak temannya yang dirasa bisa diajak bersusah payah memulai usaha dari bawah. 

4. Inovatif
Dalam menjalani bisnis, nggak mungkin kita hanya akan sendirian yang punya bisnis. Seiring berjalanna waktu, akan bermunculan brand-brand lain di bidang yang sama. Untuk membuat bisnis kita tetap bertahan dan tetap bisa memenangkan hati customer, kita harus inovatif. Harus. Mau nggak mau.

Denny Setiawan, sebagai salah satu CEO Shafira Coorporation mengatakan bahwa salah satu gebrakan inovatif yang akan diwujudkan oleh Shafira dalam waktu dekat adalah menghadirkan Shafira Smart Shop, dimana tidak akan terbedakan pelayanannya terhadap pembeli secara online maupun offline. Melalui Smart Shop ini, Shafira akan mewujudkan 1 Day Delivery Service.

Tindakan inovatif lainnya adalah memberikan barcode pada setiap produk yang ada di toko, sehingga ketika staff Shafira sedang melayani pelanggan yang lain, kita bisa mendapatkan informasi mengenai pakaian yang kita taksir. Ketika barcode discan, maka akan langsung muncul informasi nama produk, tipe bahan, ukuran, dll.

Setiawan sebagai desainer Shafira pun memaparkan inovasinya dalam disain Shafira untuk tajuk The World Wanderer yang akan diusung sepanjang tahun ini. Bermula dari permintaan ibu Fenny Mustafa yang meminta Setiawan untuk membuat seri desain Shafira yang berbeda dari sebelumnya yaitu dengan menggunakan inspirasi dari 5 benua, termasuk inspirasi arsitektur dari kelima benua tersebut.

Kelima benua tersebut adalah:
Asia dengan Masjid Raya Baiturrahman
Europe dengan Moscow Grand Mosque di Rusia
Australia dengan Adelaide Mosque
Asia dengan Bibi-Khanyum Mosque di Samarkand Uzbekistan
America dengan Islamic Center of Washington DC

Setiawan pun mengambil sumber inspirasinya melalui arsitektur mesjid, kebudayaan, pusat kajian islam, desain interior islami yang modern, warna, dan juga bahannya. Berikut salah satu contoh hasil desain Setiawan yang terikat kuat dengan sumber inspirasinya.


Inspirasi: Bibi Khanym Mosque di Samarkand Uzbekistan





5. Mengutamakan kepuasan customer
Setiawan pun mengatakan bahwa salah satu yang membuat Shafira mampu menjaga nama besarnya sampai sekarang adalah dengan mengutamakan kepuasan customer, baik customer baru maupun loyal customer. Segala komplain yang masuk pasti akan ditindaklanjuti oleh Shafira. Dan pastinya Shafira sudah melengkapi teamnya untuk hal tersebut. 

6. Strategi marketing dan promosi yang baik
Ini sudah pasti harus ada dalam sebuah bisnis. Ibu Fenny Mustafa tentu saja memasarkan produk Shafira dengan cara yang konvensional pada awalnya. Tindakannya itu dibarengi dengan usaha memperkenalkan brand Shafira melalui kerjasamanya yang sangan baik dan dekat dengan rekan-rekan media. Ibu Fenny pun dengan humble mengatakan bahwa kebesaran nama Shafira selama 30 tahun ini adalah hasil pemberitaan yang baik dari rekan-rekan media.

Dalam menampilkan desain-desainnya di ajang promosi, Shafira pun memiliki taktik tersendiri. Shafira lebih sering menggunakan model bule dibandingkan model dalam negeri. Hal ini pastinya bukan untuk tujuan kebule-bulean, atau karena bule lebih cantik dari model-model Indonesia. Bukan. Menurut ibu Fenny Mustafa hal ini karena customer Indonesia akan lebih cepat ‘suka’ atau ‘jatuh cinta’ akan desainnya Shafira apabila dikenakan oleh model luar negeri. Sebuah pengamatan yang amat cekatan sekali yaaaa…

7. Team Work
Ibu Fenny sering kali mengatakan saat konferensi pers berlangsung bahwa Shafira mampu berkembang pesat karena memiliki team work yang bagus. Shafira mampu melewati segala rintangan bisnis yang ada karena kekuatan team worknya. Shafira mampu menjaga kebesaran nama besarnya karena team work yang solid. 

Setiawan pun mengatakan, keunggulan hasil-hasil desain yang dimiliki Shafira selama ini karena ia memiliki team yang solid.

Denny Setiawan sebagai CEO muda di Shafira juga mengatakan bahwa kelebihan Shafira di dalam industri fashion ini adalah team worknya yang kuat.

Jadi bisa kita lihat ya wan-kawan sekalian.. kebesaran suatu bisnis itu akan lebih cepat membuahkan hasil ketika kita sudah memiliki team yang memang siap untuk maju dan besar bersama. Untuk mendapatkannya memang nggak mungkin instant. Tapi harus tetap terus dicari sampai akhirnya kita akan menemukan ‘jodoh’ untuk team kita.

8. Rendah hati dan berjiwa sosial


Ketika ibu Fenny menyampaikan bahwa salah satu tujuannya memiliki bisnis sendiri adalah agar ia tidak perlu meminta-minta uang kepada pihak lain untuk melampiaskan jiwa sosialnya, agar beliau bisa menghasilkan uang sendiri untuk kemudian digunakan demi kepentingan sosial. 

Pada acara tersebut ibu Fenny juga memberikan full beasiswa kepada Rahmat, pria muda berbakat di bidang fashion design yang mampu mendobrak keterbatasan fisiknya demi menciptakan sebuah karya.


Lalu pada acara pun saya menyampaikan kepada ibu Fenny, bahwa bagaimana Shafira bisa memiliki nama besar dan mampu bertahan selama 30 tahun, karena Shafira dipimpin oleh seorang wanita yang rendah hati dan berjiwa sosial tinggi, dan Shafira pasti akan tetap bertahan. Karena Allah sangat suka kepada hamba-Nya yang banyak berbuat kebaikan di muka bumi.

Jadi kita jangan pernah lupa ya.. ketika kita menjalani sebuah bisnis, terutama bisnis kita sendiri, kita harus mampu terus membumi dan berjiwa sosial yang tinggi. Seperti para CEO Shafira.


1 comment:

  1. Thank you for sharing this madam. Sebagai pemula di bisnis ini, seneng banget dapet ilmu lagiii.. semoga kita sukses bersama ya madam. AAamiin ya robbal alamiin..

    ReplyDelete

8 dari 10 Anak Kurang DHA dan Omega 3. Apakah Termasuk Anak Kita?

Apa sih DHA ini sebetulnya? Itu adalah singkatan dari DokosaHeksaenoat Acid yang banyak dijumpai pada otak. Bahasa awamnya adalah DH...