Friday, August 11, 2017

This is Us: Pelajaran dalam Rumah Tangga


"We had a fight and we both need a minute to catch our breath. The kids are gonna be fine. We show them how in healthy marriage that it’s just gonna be just a bloop in the radar few years from now. We’re the parents. We do the best we can. But at the end of the day, what’s happened to them, how they turn out, it’s bigger than us. Sometimes they make good decision, sometimes bad decision. Every once in a while they’re gonna do something that knocks our feet. Our kids are gonna be fine."


Oh my Allah.. I just have to share about film seri yang bagus banget dan akan kasih banyak pelajaran..
Saya adalah penggila film drama, romance. Action juga suka. Tapi yang paling-paling ya drama dan romance deh. Terserah mau digarap dalam versi komedi, atau apa kek. Saya suka. Apalagi kalau bisa bikin hati cenat-cenut. Thumbs up langsung lah.

Saya juga suka film seri. Tapi sejak umur 35 tahun ke atas saya sukanya nonton film seri itu langsung marathon. Kenapa? Karena curiousity saya makin tinggi. Dan kalau nggak terpenuhi segera, saya bisa restless banget. Penasaran semaleman. Langsung bad mood. Ya gitu deh pas udah mulai berumur.

Dan saya strongly suggest maksa bener, kalian my friends harus nonton film serinya NBC yang pantesan aja fenomenal banget di luar negeri sanah: This is Us. Ini adalah film seri dimana kita bisa dapet banyak banget pelajaran tentang hidup berumah tangga.. beserta buntutnya. Yaitu anak-anak. 

Ini filmnya tayang di channel NBC kalo ga salah September 2016 kemaren, sebanyak 18 episode. Dan udah dapet lampu ijo untuk nerusin ke season 2 dan 3. Berikut yang kalian bisa pelajari dari film seri ini tanpa saya harus jadi spoiler yaaa..


Jack Pearson

I fall in love (literally and emotionally) to Jack Pearson
Nope. Ini bukan maksudnya saya selingkuh hati yaa dari suami saya. Jujur saya jatuh cinta dengan sosok Jack Pearson di film ini (dan benar-benar berimajinasi Milo Ventimiglia bener-bener sosok lelaki kayak tokoh yang diperanin sama dia). Saya jatuh cinta dengan Jack Pearson.. or I can say Milo, karena semua perlakuan romantisnya, perlakuan lembut, perlakuan protektifnya, perlakuan kejantanannya, fatherhoodnya, sikap hangatnya, kebesaran hatinya... bener-bener plek ketiplek seperti suami saya.

Sama seperti suami saya, Jack Pearson adalah lem perekat dalam keluarga. Perekat sempurna untuk menyatukan dirinya, istri dan ketiga anaknya. Oh my Allah.. that kind of man yang dibutuhkan dunia parenting saat ini. Para suami, calon ayah, atau para ayah benar-benar bisa belajar banyak dari Jack Pearson ini. Beneran.

Sebentar. Be right back. Mau daydreaming dulu tentang Jack Pearson.


Rebecca dan Jack

You can have lesson about romance.
Buat kalian yang ngerasa selama ini hubungannya dengan suami/istri kok plain banget, kalian bisa tengok film ini. Lihat dan rasakan perlakuan Jack (Milo Ventimiglia) ke istrinya Rebecca (Mandy Moore). Dari masa mereka pacaran. Lalu newly wed. Kalian bisa lihat dan rasakan cara Rebecca memperlakukan Jack. You will know that small things will matter terhadap perasaan suami/istri.


Rebecca dan Randall

The struggle was real!
Masalah-masalah yang kita hadapi di kehidupan nyata, tercermini dengan baik di film ini. Tanpa sugar-coating. Masalah keuangan yang dihadapi untuk menghidupi istri dan 3 anak. Masalah dalam hal pendidikan. Masalah dengan orang tua. Masalah perselingkuhan. Semuanya teraduk jadi satu di film ini.


The Pearsons

There's no such a perfect parents!
Kesimpulan secara keseluruhannya, Jack-Rebecca, Randall-Beth adalah orang tua yang sangat baik. Bukan sempurna. Tapi baik. Bagus. Great. Tapi apa yang mereka lakukan bukannya tanpa noda. 

Ada scene dimana Rebecca ngerasa dia nggak konek sama bayi adopsinya dibanding 2 anak kandungnya yang lain. Dan sebagai seorang ibu, nggak ada yang difilter oleh dia saat ngeluarin perasaannya ke suaminya. 

"I feel like.. he's not connected with me. He's different"..

Gitu kira-kira dia ngomongnya. Lalu Jack, suaminyalah yang akhirnya bisa menenangkan hatinya dan membimbingnya lagi.

Jack juga bukan ayah yang sempurna. He was a great father. Tapi sebelum dia bisa menjalani fatherhoodnya dengan sangat baik, dia sempat tersungkur dulu. Dia sempat ngerasa nggak nyaman berada dalam atmosfir rumahnya. Dia milih menjauh. Pulang ke rumah tengah malam dalam keadaan mabok.

Dan Rebecca. Dia berhasil memberikan 'tamparan' kenyataan untuk Jack sehingga akhirnya Jack sadar, dan akhirnya fully devoted kepada istri dan anak-anaknya.


Kevin dan Randall

You can have lesson about brotherhood.
Yang menarik di film ini ada juga cerita tentang persaudaraan antara 2 anak laki dalam 1 rumah. Yang satu anak kandung. Yang satu lagi adopsi. Gimana mereka nggak bisa bener-bener bisa all out saling menyayanginya. Tapi akhirnya mereka bisa mengekspresikan apa yang selama ini terpendam dan siap untuk menyayangi satu sama lainnya. 


The Pearsons

You can have lesson to direct your kids to express their feelings.
Ini yang banyak harus dipelajari oleh para orang tua di Indonesia. Biasakan mereka untuk berekpresi atas apa yang mereka alami. Di film ini akan kita liat banyak reaksi dari anak-anaknya Jack-Rebecca, dan bagaimana mereka ngatasinnya. Kita bisa belajar gimana sik enaknya sebagai orang tua bereaksi saat anaknya protes tentang sesuatu.


Randall - Kate - Kevin

The love of siblings is forever
This is the most beautiful thing to watch. Dan bener-bener memotivasi saya untuk membuat 4 anak saya solid luarbiasa, saling menyayangi, saling support sampai kapanpun.


The Pearsons

You can have lesson about moving on
Setiap karakter yang ada di film seri ini mereka punya permasalahan masing-masing. Ada Kate yang punya masalah dengan obesitas. Ada Kevin yang punya masalah dengan krisis karirnya di dunia seni peran. Komplekslah. Dan saya bisa lihat gimana mereka tetap berusaha menjalani kehidupan mereka berjalan kedepan tanpa harus stuck diam di tempat.

Ah sudahlah..
Terlalu banyak yang bisa saya jembrengin di sini tentang pelajaran apa aja yang bisa diambil dari film seri yang sangat amazing ini. I really can't wait for the next season pastinya. Kalian ada yang udah nontonkah? Atau jadi kepengen nonton abis baca ulasan saya ini? Let me know di comment yaaaa....

1 comment:

  1. Salam kenal mba Yonna. Baca ulasan dr mba jadi penasaran nih, judul filmnya apa mba? Aku juga penyuka drama n romance, meski bukan penyuka film bgt, malah skrg jd hampir ga pernah nonton film krn ngurus bocil2. Hihi malah curhat *dikepruk

    ReplyDelete

Sibuk? Anak Banyak? Belanjanya Begini Aja

Lagi fokus banget di lokasi shooting, dapet whatsapp dari si bungsu kalo odol abis, sabun abis, ini abis, itu abis.. plus dia minta c...