Saturday, July 8, 2017

Patah Hati Pagi-Pagi

Pagi-pagi sudah patah patah hati. Patah hati yang dicari-cari. Patah hati tapi nyengir-nyengir sendiri. Siapa yang patah hati? Gue dan suami.

Hari ini adalah hari pertama si Sulung masuk sekolah. Sekolah baru. Jenjang baru. SMA. Gue dan suami nganterin dia pagi-pagi ke sekolah barunya. Kebetulan abis itu jadwal padat. Diantaranya beli baju kuntilanak, wig kuntilanak, dan beli kasur baru untuk Tini, mbak barunya The Kairupan. Kegiatan ibu rumah tangga pada umumnya laaahh ini maahh 😋

So, kami antarkan si Sulung ke sekolah barunya. Tadi malam emang udh bilang ke suami:

"Aku mau ikut yaa.. mau foto2 si Sulung di sekolah barunya"

Masuknya jam 7 pagi.
Kami sampeknya jam 6.30. Nggak bisa belok kiri masuk ke area sekolah karena mobil udah berjejer parkir dan jalanan padat karena banyak mobil yang drop off anak-anak sekolah. Suami sayang mutusin parkir darurat di pinggir jalan.

"Perlu bawa uang untuk beli makanan nggak Melv?" Bapake nanya.

"Nggak perlu, Pa. Cuman sebentar kok."

Tapi tetep dikasih uang untuk beli minuman. Lalu suami ngajakin turun.

"Papa mama turun ya?" Kata gue.

"Hah.. turun ma? Kayaknya nggak usah deh ma. Nggak ada yang orang tuanya turun."

"Masa sih? Kamu nggak perlu ditemenin?"

"Nggak ma. Thank you ma. Bye Pa, Ma. Love you!"

Lalu si Sulung keluar mobil dan berjalan cepat menuju sekolahnya.

Kami berdua masih berusaha mencerna situasinya. Lalu suami mulai ngejalanin mobil mau memulai perjalanan selanjutnya. Baru juga jalan 2 meter, kami ngeliat lahan parkir yang diisi mobil-mobil. Ya pastinya itu mobil oramg tua yang nganterin anak-anaknya sekolah kan. Nggak pake mikir-mikir panjang, seolah-olah kayak mendapat panggilan untuk masuk surga, suami langsung ikutan parkir disana. Dan kami sigap berjalan menuju sekolah barunya si Sulung.

Ternyata..
Setelah memasuki gerbang sekolah, area parkir sekolah dipenuhi siswa siswi baru sekolah itu. Area lobby juga penuh. Dan ada orang tua murid juga di area parkir. Kami tidak sendiri kaaaann 😋😋

Kami cari-cari anak tampan dan tinggi menawan di area parkiran. Tapi nggak ada. Di lobby yang penuh anak-anak berdesak-desakan juga nggak ada. Sementara terdengar suara announcement dari speaker sekolah. Kedengarannya kayak ngucapin selamat datang ke para siswa siswi baru dan apapun yang akan mereka kerjakan pagi itu akan segera dimulai.

"Aku telpon Melvyn ah.." suami bergumam. Lalu mulai mendial handphone yang udah ngeletek-ngeletek pinggirannya. Tambeng memang suami gue. Nggak mau banget ganti hp baru sebelum hpnya awarahum.

"Melv, dimana? Papa mama ada di luar nih. Kamu keluar dong..
........
Ah masaaaa nggak bisa keluar? Ini masih banyak yang diluar kok.
.......
Masa sih udh mau mulai?
.......
Oh.. ya udah. Jadi nggak bisa keluar?
.......
Ya udah deh.. Bye sayang.."

Lalu akhirnya kami balik kanan, jalan kaki dengan rapi menuju mobil. Ceritanya patah hati berjamaah suami istri ini. Patah hati yang dicari-cari sendiri. Gimana nggak dicari-cari sendiri coba. Anak bujang jakunnya udah naik turun, masih aja orang tuanya komplit mau ikutan dampingin 🤣🤣🤣

Take that Eric Yonna.. you might wanna face the fact that your son will be ready soon to fly by himself out of his nest


Masako Aman untuk Anak Kita?

Minggu lalu saya dapet undangan Bicara Gizi Bersama Masako dengan topik utama yaitu Strategi Penurunan Berat Badan Anak Gemuk. Yang aka...