Sunday, June 4, 2017

Entrepreneurship: Diajarkan atau Naluri? Inilah Menurut Sophia Amoruso

Pic from this site

Ada nggak yang mikirnya kurang lebih sama kayak gue: hari gini lebih pas jadi entrepreneur atau wirausahawan. Lowongan kerja udah nggak banyak. Kalaupun ada, gajinya nggak sesuai dengan ekspektasi. Saingan juga makin banyak. Nah terus mau jadi entrepreneur, tiba-tiba loe jiper karena loe mikir: udah banyak online shop bertebaran.. orang-orang udah jadi entrepreneur semua.. terus space buat gue yang nggak ada naluri usahawan ini udah nggak adaaaaaaa…. *lalu nangis jeguk2*

Bentar dulu.. mending baca postingan blog gue ini sampek abis yaa. Entrepreneurship itu sebetulnya diajarin atau naluri sik? Dan ada cerita menarik dari Sophia Amoruso.

Berikut komen-komen dari temen-temen facebook gue ketika gue ajakin diskusi: Entrepreneurship itu sebaiknya diajarin atau emang udah naluri? Ini beberapa komen dari mereka:







Satu hal yang pasti banget, mau jadi entrepreneur itu butuh keberanian. Kita harus berani untuk memulai, kita harus berani untuk gagal, kita harus berani untuk mencoba lagi. Dan.. kita harus berani untuk nggak iri dengan orang lain yang punya fixed income karena menjadi karyawan. Tapi.. once kita udah mencapai titik balik kewirausahaan kita, pastinya kita akan mendapatkan lebih dari yang seorang karyawan dapatkan. Masalahnya.. kita nggak pernah tau exactly kapannya titik balik itu akan terjadi di kita. Atau malah nggak akan kejadian? Makanya butuh keberanian untuk mau memulai. Butuh keberanian untuk menentukan kita akan berusaha di bidang apa.




29 April 2017 yang lalu gue kesenengan karena bisa hadir di Women Empowerment Conference yang diadakan oleh Resonation ID. Gue emang sangat tertarik banget sama yang namanya Women Empowerment. Itulah kenapa gue mendirikan Indonesian Female Bloggers dan Indonesian Female Vloggers. I gotta have value in life.. I gotta do something for other people. Dengan kemampuan seadanya yang ada di gue.

Ok. Balik lagi ke Resonation ID. Gue dapet tiket gratis sebetulnya. Karena kalau harus beli gue mikir juga sik. Gue dapet tiket yang gold dan itu harganya 1,5jutaan kalo nggak salah. Buat ibu perkasa punya anak 4, kudu pinter-pinter milih mau ngeluarin uang buat apaan kaan. Kemarin itu gue dapet tiketnya dari Fimela.com and big thanks to them!



Salah satu pembicara di Resonation ID ini adalah Sophia Amoruso, founder dan CEO dari #GirlBoss. Awalnya sih gue nggak tau siapa Sophia ini. Tapi kok gue liat komen-komen di fanpagenya Fimela, yang komen disitu pada ngilu pingin ketemu sama Sophia.

Gue mau bahas Sophia tentang kewirausahaannya yang gue dapet dari Women Empowerment Conference by Resonation ID yang lalu, plus gue tontonin 13 episode film seri #GirlBoss nya. Film serinya ini ada di Netflix, baru 1 season doang, dan gue belum tau apakah akan ada season keduanya atau nggak.

Sophia ini adalah anak satu-satunya. Kalo dari filmnya, keliatan dia punya hubungan yang lebih erat dengan bapake ketimbang emake. Waktu di conference dia bilang bahwa ibu bapaknya itu adalah entrepreneur, mereka punya usaha jualan piano. Waktu Sophia SMA, bapak ibunya cerai.

Kalau yang gue simpulkan berdasarkan film, Sophia ini adalah pribadi yang cuek banget, agak tomboy, selfish, trouble maker, free spirit, positive thinking. Di film itu sometimes dia keliatan temperamental, sedangkan saat conference Sophia bilang kalau dia itu calm, jarang banget teriak-teriak kayak di film. Malah dia bilang kalau bapak ibunya teriak-teriak ke dia, dia dengan santainya bilang: 

“You don’t have to shout, you know. If you want to talk to me just come near me.”

Jadi temperamental Sophia itu cuman diciptakan di film supaya keliatan film ini lebih ada emosinya. Menurut gue sik.

Umur 19-23 tahun dia hidup wara wiri luntang lantung nggak ada juntrungannya. Sering banget nyolong pulak, sampek akhirnya dipenjara dan dia kapok. Lalu sempat kerja di toko sepatu, tapi dipecat karena nggak disiplin dan seenak udelnya aja. Gue pribadi kurang suka sik ngeliatnya (pas di film itu yaa), emang keliatan nggak menghargai orang lain banget dan hidup semaunya dia. Terus suka nyolongin barang dari toko-toko saking nggak ada uangnya.

Ngelamar kerja kesana kemari nggak ada yang mau nerima, akhirnya dia keterima jadi security di Academy of Art University, San Fransisco. Nah sebelum akhirnya dia keterima kerja di Academy of Art itu, sambil dia nyari-nyari kerjaan dia itu suka banget mampir-mampir ke toko baju. Sampai akhirnya dia naksir banget sama jaket kulit yang dijual di toko baju bekas yang juga suka ngejual baju-baju vintage. Kalo nggak salah, dia beli dengan harga $6 atau $8 deh. Itu jaket dia pake sebentar kemana-mana. Pas dia sampek di apartmentnya, jaketnya dia foto lalu dia posting di akun ebay-nya dan dilelang disana. Jaket vintage itu kalo nggak salah kejual dengan harga $600an. Apa seribuan dollar ya? Gue lupaaa… soalnya nonton film serinya maraton banget πŸ˜€

Saat itu dia kesenengan karena selain emang lagi butuh banget duit, dia nggak nyangka dia bisa ngelakuin itu. Untungnya pun gede banget. Dan ketika dia coba di barang yang kedua, ketiga, keempat… baru dia sadar bahwa dia BENAR-BENAR PUNYA SESUATU dalam dirinya.

Apa yang dia jalani saat itu, dijalaninya dengan riang dan nggak dianggap susah. Yang dibutuhkan waktu itu adalah internet connection dan kamera, untuk penunjang bisnisnya. Kebetulan dia juga pernah dapet pelajaran fotografi. Jadi dia ngerti gimana motoin suatu produk yang keliatan menarik, dia kasih caption sendiri, dia ketik sendiri deskripsi produknya, terus dia sendiri juga yang kirimin produknya ke customer.

Apakah dia belajar tentang entrepreneurship sebelumnya? Nggak. Dia mengidap ADD (Attention Deficit Disorder) dan drop out dari sekolah, lalu lanjut homeschooling. Tapi dia (mungkin) memang sudah ada bakat atau turunan dari orang tuanya yang juga wirausahawan. Yang dia lakukan saat itu adalah melakukan hal yang dia suka yaitu belanja baju, lalu dia percantik bajunya, lalu dia jual. Dia bisa melihat kesempatan yang ada di depan mata. Dia juga melihat bahwa bisnisnya akan berkembang lebih cepat kalau dia memanfaatkan social media. Tahun 2007 sosmed yang sedang keren-kerennya di Amerika adalah MySpace. Dia gunakanlah akun MySpacenya untuk menggaet customer lebih banyak lagi untuk Nasty Gal Vintage, online shopnya dia di eBay.

Tahun 2008 akun eBay-nya dibanned karena memposting hyperlinks yang melanggar ketentuan eBay (ga tau juga gue tentang eBay2an ini.. silahkan googling aja yak). Kalau orang lain mungkin langsung down karena lapaknya ditutup sementara penghasilan dia besar banget dari sana. Tapi buat Sophia lain reaksinya. Dia ngerasa itulah saatnya dia harus selangkah lebih maju lagi. Akhirnya Sophia meluncurkan websitenya sendiri Nasty Gal dan dia ngundangin temen-temennya dateng ke acara launchingnya. Dia pun ngirimin email ke customer-customer eBaynya untuk kasih tau kalau dia sekarang punya website sendiri. Reaksi yang didapat pun positif, produknya pun laku keras.

Menurut Sophia ketia bicara di Resonation ID, setiap orang itu pasti mempunyai jiwa entrepreneur. Apakah entrepreneurship bisa diajarkan? Udah pasti bisa, karena di dalam diri setiap manusia itu sudah ada jiwanya sebetulnya. Dan semua orang itu adalah entreprenuer. Yang membedakan hanyalah ruang prakteknya. Sebagian orang menjadi entrepreneur untuk suatu perusahaan dengan bekerja menjadi karyawan. Sebagian orang menjadi entrepreneur untuk dirinya sendiri. Yang penting adalah ada bisnisnya

Sophia benar-benar membuat dunia entrepreneurship terlihat menyenangkan dan mudah. Walaupun the struggle was real. Tapi apapun yang kita lakukan dalam hidup ini, pastilah ada perjuangannya. Kan itu yang membedakan makhluk hidup dengan makhluk mati kaaan.

Jadi, kalau yang gue liat dari pengalaman hidup Sophia ini, nggak perlu wajib menguasai ilmu entrepreneurship dulu sebelum memulai. Pastinya kalau loe udah pernah belajar itu di sekolah, itu akan lebih memudahkan langkah loe. Tapi learning by doing pun masih bisa membuat loe bertahan dalam menjalani usaha loe kok. Selama ini yang gue lakukan pun begitu. Yang pasti, loe ngerasa punya bakat atau kesenangan apa, itu aja yang diperdalam, lalu gali ilmunya. Fokus aja dulu dalam 1 bidang. Karena kemarin itu Sophia bilang:

“It’s hard to be a master in one thing if you want to be great in many things. So get focused. Just be good at one thing first.”

“Loe akan sulit untuk jadi ahli dalam 1 bidang kalau loe maunya hebat dalam banyak hal. Fokus itu penting. Pinter aja dulu dalam 1 bidang untuk awalnya.”

Sekarang ini peluang dalam segala hal terbuka lebar. Plus kita punya senjata media sosial. Makanya rugi kebangetan orang-orang yang cuman bisa nyebarin energi negatif di sosial media, padahal dia bisa selangkah lebih maju dari sekitarnya kalau dia bisa melakukan hal yang positif. Kalau mau mempunyai usaha sendiri melalui dunia maya, loe bisa banget mulai kapan aja. Terlepas loe bakat jadi usahawan atau nggak, nguasain ilmunya atau nggak. Yang penting itu tadi seperti yang di bilang Sophia: udah ada bisnisnya. Perkara udah banyak online shop dimana-dimana, harusnya itu nggak bikin loe jiper sik. Karena itu artinya memang ada pasarnya. Memang banyak orang yang maunya belanja di online shop.


Loe mau taukah urutan langkah yang dilakukan oleh Sophia Amoruso, yang membuat bisnisnya yang awalnya untungnya $223,000 di tahun 2008 menjadi hampir $23juta di tahun 2011? Tunggu di postingan blog gue selanjutnya yaaa… 

          Instagram | Twitter | Youtube | Facebook Page | Makeup Artist Blog Makeup

6 comments:

  1. Bunda yona kayanya ada typo di paragraf terakhir? 2018 maksudnya 2008 kali ya?

    Btw thank you sharing-nya 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah iyaaa... makasih anin cayaaangg

      Delete
  2. Hmm...jadi penasaran skill jualanku haha dulu waktu sekolah sd pernah jualan jambu air punya nenek dan laku banget. Terus pas akhir kuliah sempet jualan produk lulur bali dan lumayan juga untungnya, apa jualan lagi ya skrg haha thanks bun pencerahannya

    ReplyDelete
  3. aku tungguin ceritanya. selain berani , kudu siap rugi. kalo gak mau rugi ya jadi karyawan aja yg gaji tetap Dan gak tekor

    ReplyDelete
  4. Gak sabar nugu lanjutannya euy :)

    ReplyDelete
  5. Waahh pas bgt nih sm galau sy blakangan ini.tq bunda😊

    ReplyDelete

Masako Aman untuk Anak Kita?

Minggu lalu saya dapet undangan Bicara Gizi Bersama Masako dengan topik utama yaitu Strategi Penurunan Berat Badan Anak Gemuk. Yang aka...