Friday, May 6, 2016

#OneStepAhead: Menggali dan Mendukung Potensi Anak



Fakta yang nggak bisa dipungkiri lagi di sekitar kita adalah sebagian besar ibu pasti punya keinginan untuk memberikan yang terbaik kepada anak. Tapi nggak tau atau kurang paham apa aja yang paling dibutuhkan oleh anak.

Banyak faktor sik kenapa fakta ini jadi ada. Bisa jadi karena kurangnya pengetahuan dalam membimbing anak, ibu yang belum siap untuk menjadi ibu, faktor kegiatan yang sangat hectic, dll dll dll. Dan di postingan sebelumnya gue bilang bahwa ya kan nggak ada sekolah persiapan untuk menjadi ibu kan.. tapi ya ilmu gratis banyak. Asal mau belajar. Dan gue juga belajar dari program Office-to-Office Talkshownya Nutrilon Royal. Nara sumber yang dihadirkan juga yang berkelas. Dan gue akan sampaikan detail ilmu apa yang gue dapat.

Tema yang diusung dan sekaligus menjadi tagar oleh Nutrilon Royal adalah One Step Ahead. Dan di talkshow kali ini akan diperinci menjadi One Step Ahead Mum. Di sesinya Psikolog Ajeng Raviando, Psi yang kebetulan juga teman gue (anak kita sama-sama bersekolah di sekolah yang sama.. terus gue juga pernah makeupin Mbak Ajeng ini untuk acara photoshoot), hadirin hadirat diajarin langkah-langkah gimana caranya jadi One Step Ahead Mum (Ibu yang selangkah lebih maju).

One Step Ahead Mum itu adalah seorang ibu yang tidak hanya memahami apa yang terbaik untuk masa depan anaknya, tapi juga aktif mendukung anaknya dengan mencari tahu apa potensi anak.

Emang sik banyak yang bisa scan anaknya: oh anak gue suka gambar, anak gue suka nyanyi, anak gue suka nulis..
Tapi kalo yang gue liat sik banyak yang masih kurang spesifik saat nge-scan kesukaan anaknya secara detail.

Anak suka gambar. Sukanya gambar apa? Contoh kasus adalah si sulung Melvyn waktu dia umur 3 tahun - 6 tahun. Dia seneng banget gambar. Tapi gue perhatiin lebih detail lagi, dia itu sukanya ngegambar segala jenis dinosaurus. Umur 4 tahun dia udah tau apa jenis-jenis dinosaurus. Dan umur 6 tahun dia janjian sama sahabatnya bahwa dia akan menjadi Paleontologis pas udah gedenya nanti. Kenapa dia bisa menjadi spesifik itu? Karena gue dan suami bener-bener memantau secara detail kesukaannya. Terus kami stimulasi dengan penunjang kesukaannya itu. Beliin buku yang isinya dinosaurus. Langganan TV kabel sehingga ada channel TV yang suka bahas tentang binatang purbakala. Dll dll.

Anak gue suka nyanyi. Sebetulnya empat2nya suka nyanyi. Tapi si sulung udah jadi jaim sekarang. Terus kayaknya berasa rugi kalo ngeluarin suaranya.. hahahaa.. Tapi adik-adiknya yang 3 orang masih istiqomah dengan  kesukaan nyanyi-nyanyi mereka. Yang gue pantau bukan hanya sekedar mereka doyan nyanyinya. Tapi gue selami lebih dalam lagi.

Marshall. Suka nyanyi. Tapi ternyata dia lebih suka nyanyi untuk dirinya sendiri, demi merangsang pikirannya untuk bikin lagu. Yup! Anak gue yang satu ini udah mulai bikin-bikin lagu sejak kelas 3 (sekarang kelas 4). Cara bikin lagunya juga yang koboi banget. Dia nyanyi2 terus direkam di henpon. Awalnya emang dia ‘terinspirasi’ dulu dengan lagu2 yang sedang hits. Awalnya kayak ngejiplak nadanya. Tapi gue arahin gimana dari proses terinspirasi itu akhirnya bisa bikin lagu sendiri tanpa harus mencontek. Ya gue jelasinnya standard aja sik.. kalo terlalu njelimet ntar anak gue mimisan lageeehhh… Kesian kan anak gue. Terus apa langkah selanjutnya dari gue untuk mendukung potensinya? Gue udah arrange Marshall les piano sama adiknya temen gue. Belum berjalan sik.. tapi in syaa Allah akan mulai di saat yang tepat nanti.

Marvell suka nyanyi. Dan dia banci tampil. Dia seneng diliat orang. Dan dia PDnya bener-bener kepedean kalo udah tampil di depan orang. Apa yang gue lakukan? Gue arahin dia lebih detail tentang how to sing yang benar. Terus minimal sebulan sekali gue ajak anak-anak gue untuk nonton live musik, dan Marvell udah pasti naik ke panggung untuk nyumbang lagu. Kebetulan my BFF got married to vokalis bandnya Chaplin yang manggung muluk. Plus.. gue bikinin krucil ini akun Smule, jadi mereka bisa nyanyi2 puas disana dan dengerin penyanyi2 lain yang join nyanyi dengan mereka. Dan mereka compare their ability dengan anak-anak lainnya.

Kira-kira begitulah versi gue gimana memahami potensi anak lebih detail lagi.

Balik lagi ke One Step Ahead Mum, silahkan diliat foto di bawah ini tentang apa yang perlu kita perkaya untuk menjadi One Step Ahead Mum..



Bingungkah apa itu kecerdasan majemuk? Namanya juga majemuk yak, artinya kan banyak ya. Kecerdasan majemuk itu ada 8 kecerdasan. Ini dia macam2nya..



Nggak harus sedelapan2nya terlihat menonjol di anak kita lho. Kedelapannya itu sudah pasti ada di anak kita. Tapi hanya satu atau beberapa aja yang menonjol. Contoh kasus kalo di anak-anak gue yaaa...

MELVYN. Yang menonjol itu kecerdasan bahasa, kecerdasan logika, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan visual - spasial.
MARSHALL. Kecerdasan bahasa, musikal.
MARVELL. Kecerdasan bahasa, kecerdasan intrapersonal, musikal.
MAYRA NAJMAH. Kecerdasan bahasa, kecerdasan logika, musikal

Namun.. jeng-jeeeeengg….
Dari 8 macam kecerdasan yang disebutin di atas, penting bagi anak untuk memiliki kecerdasan intrapersonal. Karena kecerdasan inilah yang bisa memudahkan kita para ibu untuk mengembangkan potensi anak.

Kenapa anak kita perlu memiliki kecerdasan intrapersonal? Karena untuk menjadi seorang anak yang selangkah lebih maju, anak perlu kecerdasan ini. Kecerdasan intrapersonal yaitu kemampuan untuk memahami diri sendiri yang akan membantunya menghadapi situasi dan mengendalikan dirinya.

Nah terus gimana dong kalo anak kita terlihat tak ada tanda-tanda kecerdasan intrapersonal dalam dirinya? Jangan gusar jangan ragu.. jangan pula galau. Karena kecerdasan adalah hal yang bisa kita stimulasi. Bisa men-temen liat pas gue jembrengin di atas kan.. dari empat anak gue, hanya 2 anak yang kecerdasan intrapersonalnya menonjol. Yang 2 lagi nggak. Yang gue lakukan sekarang adalah menstimulasi 2 anak lainnya sehingga mereka bisa memiliki kecerdasan intrapersonal.

Cara gue menstimulasi mereka kayak apa? Ya masih standard aja sik.. secara gue kan nggak pakar yak di bidang psikologi. Yang gue lakukan adalah gue meningkatkan intensitas komunikasi dengan 2 anak lainnya. Sering ngobrol heart-to-heart. Gue suntik mereka dengan rasa percaya diri. Gue yakinkan mereka bahwa mereka bisa melakukan sesuatu. Gue yakinkan mereka untuk membuktikan bahwa mereka bisa dan hasilnya pasti akan bagus. Setelah mereka bisa membuktikan (walaupun setelah beberapa kali mencoba), akhirnya pelan-pelan kecerdasan intrapersonal mereka jadi nambah. Gitu sik kalau gue.

Dan untuk bisa menstimulasi kecerdasan majemuk si anak, kita harus paham bener dengan gaya belajar yang pas untuk anak.



Pada akhirnya, kalau para orangtua udah tau apa aja kecerdasan majemuk yang dimiliki oleh anak, orangtua perlu mendukungnya dengan pola asuh yang tepat juga. Pola asuh kayak gimana sik yang tepat untuk membimbing anak-anak kita yang merupakan generasi Z ini?


Positive Parenting itu ngebantu banget dalam penerapan disiplin efektif dan interaksi menyenangkan antara orangtua dan enak. Ingat kata kuncinya yaa men-temen… disiplin efektif dan interaksi menyenangkan. Ada kedisiplinan yang harus diterapkan. Jadi kalo positif bukan berarti harus iya mulu apa yang dimau anak.

Kiat mengasuh anak dengan cara Positive Parenting yang diberikan oleh mbak Ajeng kemarin itu adalah:
  1. Jadilah model yang baik dan ajari anak dengan teladan.
  2. Kenali perkembangan anak
  3. Luangkan waktu berkualitas dengan rutin & beri kasih sayang tanpa syarat
  4. Beri dukungan, tunjukkan penghargaan dan fokus pada tingkah laku positif.
  5. Berikan konsekuensi logis juga ruang untuk tumbuh dan melakukan kesalahan.
  6. Tanamkan nilai-nilai.
  7. Lakukan diskusi dan negosiasi serta ciptakan ‘Komunikasi Efektif'
  8. Bersikap tegas, disiplin jelas & konsisten

Sekarang ini kan udah maju kan yak. Udah mulai ada deh tuh tes-tes untuk melihat potensi anak. Tapi.. sebenernya nih.. tes sesungguhnya untuk melihat potensi minat dan bakat anak adalah observasi yang dilakukan secara rutin sejak usia dini oleh orangtua. Jadi ya semuanya balik lagi ke orangtuanya sik..

Mungkin ada yang masih bingung apa aja sik yang kita butuhkan sebagai ortu untuk mengidentifikasi potensi anak. Kita membutuhkan hal-hal ini:
- kepekaan dan kejelian
- pemahaman terhadap beberapa bidang minat
- observasi
- eksplorasi minat
- pilih satu - dua, lalu kembangkan.
- kembangkan bakat anak, bukan bakat orangtua.

Nah.. point yang terakhir itu gongnya deh tuh. Karena ya emang banyak banget ortu yang masih ‘memaksakan’ bakatnya untuk dimiliki anak. Mereka suka lupa bahwa anak itu adalah pribadi unik yang memiliki potensi yang berbeda dengan orangtuanya.

Terus kalau kita udah ready nih mau mengembangkan potensi anak. Terus apa dong kiatnya dalam mengembangkan potensi bakat dan minat anak? Ini dia jawabannya yak..

  1.  Cermati berbagai kelebihan, ketrampilan, dan kemampuan yang tampak menonjol pada anak.
  2.  Bantu anak dalam meyakini dan fokus pada kelebihan diri
  3. Kembangkan kepercayaan diri anak
  4. Perkaya anak dengan wawasan, pengetahuan, serta pengalaman di berbagai bidang.
  5. Upayakan berbagai cara untuk meningkatkan minat anak untk belajar dan menekuni bidang yang menjadi kelebihan
  6. Sediakan fasilitas dan sarana untuk mengembangkan bakat.
  7. Motivasi dan stimulasi anak dalam menekuni bakat dan minat.
  8. Dukung anak untuk mengatasi kendala dan kesulitan ketika menjalani proses pengembangan bakat dan minat.

Pesan terakhir sik dari mbak Ajeng adalah.. jangan lupa untuk:
- memberikan nutrisi terbaik untuk tumbuh kembang anak.
- memberikan pendidikan dan pengetahuan sesuai dengan karakter anak
- siapkan serta ajarkan keterampillan finansial untuk masa depan anak.

Nah… kebingungan baru timbul kan. Gimana caranya memilih pendidikan anak yang tepat? Untuk hal ini gue akan posting di postingan selanjutnya aja yaaa.. Materi memilih pendidikan anak ini disampaikan oleh Drh. Damayanti Jusuf, M.SC., Ph.D, seorang praktisi pendidikan dan juga pemilik SD Kupu-Kupu dan Sekolah Menengah Garuda Cendekia. Cusss deh langsung ke postingan selanjutnya yaaa men-temeeeenn...

Dadaaaaahhh….


Instagram | Twitter | Youtube | Facebook Page | Makeup Artist Blog Makeup

2 comments:

  1. Dukung anak ya mbak Yon. Smoga kelak pas punya anaak bs ngarahin mereka

    ReplyDelete
  2. aku lagi hamil, dan seneeeeeeeeeeeng banget baca-baca tulisan tentang parenting kaya gini, apalagi mbak yon sharing pengalaman pribadi juga... thankyu so much mbaaa... semoga kelak, bisa teliti kaya mbak Yon ngeliat potensi anak... :)

    ReplyDelete

Si Entong (Harus) Kerja

Punya anak banyak, membuat saya dan suami punya 'gaya' tersendiri dalam mendidik anak-anak kami. Sejak kecil kami nggak membiasak...