Friday, May 6, 2016

#OneStepAhead: Memantau Tumbuh Kembang Anak



Pernah saya mendengar statement dari ibu Elly Risman: “untuk menjadi orangtua itu nggak ada sekolahnya”. Iya bener. Seandainya ada sekolahnya. Terus ada acara naik kelasnya. Terus ada acara graduationnya. Setidaknya palingan saya udah nggak punya yang namanya panick attack dalam membimbing 4 anak saya: Melvyn, Marshall, Marvell, Mayra Najmah.

Emang nggak ada sekolahnya. Tapi banyak ilmu gratisnya. Banyak workshopnya. Yang penting balik ke kita lagi, mau belajar nggak? Nah kalas saya tipe yang dimana aja ada ilmunya, gue kejar deh. Apalagi gratis. Apalagi tujuannya untuk kebaikan anak-anak.

Alhamdulillah kemarin ini gue diundang ke acara Office-to-Office Parenting Talkshow yang diadakan oleh Nutrilon Royal di Bursa Efek Indonesia, dengan tagar #OneStepAhead. Beuuhh neeyykk.. banyak banget ilmu yang gue dapet disana. Tapi apalah ilmu yang kita dapat kalau nggak dibagi-bagikan, tul?

Untuk itu makanya postingan blog mengenai One Step Ahead Mum ini akan gue posting dalam 4 artikel yaa. Karena kalau gue posting dalam 1 artikel, gue yakin kalian akan mimisan bacanya nanti. Karena gue mau nyampein informasinya penuh. Nggak seuprit-seuprit. Nggak dikit-dikit. Mau kan? Mau kan?



Ilmu yang pertama dari Dr. Bernie Endyarni Medise, SpAK, MPH. Seorang Dokter Spesialis Anak dan Tumbuh Kembang. Mengenai Pentingnya Pemantauan Tumbuh Kembang Anak Sejak Awal Kehidupannya untuk Mempersiapkan Masa Depannya. Biar cepet nangkep di kepala, gue ketik ulang ya: penting banget kita merhatiin perkembangan anak kita di umur 0-5 tahun. 

Definisi anak apaan sik?
Kalau menurut UU no. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak: anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan

Dan jangan sampek salah kaprah ya. Anak itu bukan ‘bentuk mini’ orangtuanya. Nggak asik sekali anak kita diliatnya kalau dia adalah suami kita tapi dalam bentuk mini. Ya kan? Ya kan?
Anak mempunya keunikan fisik sendiri yang berbeda dari kedua orangtuanya. Mereka punya keunikan kepribadian sendiri yang juga berbeda dari orangtuanya. Maha besar Allah yang menciptakan manusia.


Yang wajib banget kita perhatikan adalah CIRI KHAS ANAK yaitu: tumbuh dan berkembang. 2 hal tersebut haruslah ada pertambahannya, terutama pada saat golden periodnya (0-3 tahun). Tumbuh dan berkembang itu adalah 2 hal yang berbeda yaa men-temen sekalian.

Anak tumbuh diukur dari:
berat badan
lingkar kepala
tinggi badan

selama ada penambahan dalam ketiga hal diatas, berarti anak kita tumbuh dengan baik. Kalau yang tidak bertambah dari 3 hal diatas pada saat golden periodnya dalam waktu yang lama, maka kita harus buru-buru konsultasi ke dokter. Itulah makanya yaaa… pada saat kita habis lahiran anak, pihak Rumah Sakit ngebekelin kita dengan buku catatan anak. Disana kita mengisi data-data tentang bayi baru kita. Ketiga hal diatas akan dicatat oleh suster yang mengukur pertambahan ketiganya.

Gue jadi inget buku Rumah Sakit yang diserahkan waktu gue abis ngelahirin Twinster dan juga Mayra Najmah. Bukunya dari Nutrilon dan di dalamnya udah terisi lengkap data-datanya twinster. Ada cap kakinya juga. Lucuk.

Ok.. kembali ke pembahasan..
Sekarang tentang berkembang. Anak itu berkembangnya dilihat dari perkembangan fungsi tubuh

Bagaimana perkembangan motorik kasarnya?
Bagaimana perkembangan motorik halusnya?
Bagaimana perkembangan bahasanya?
Bagaimana perkembangan personalisasi dan sosialisasinya?

Semua itu harus kita perhatikan dengan baik. 

Lalu apa yang membuat anak kita bisa tumbuh dan berkembang dengan baik? Faktor apa aja yang berperan?
Ada 3 faktor ya sodara-sodara...
Genetika (keturunan)
Environment (pola asuh, psikologis, kesehatan, imunisasi, stimulasi)
Nutrisi (ASI, MP ASI, makanan seimbang)

Penting bagi kita untuk melihat faktor-faktor yang bisa mempengaruhi genetika anak-anak kita nanti. Kalo jaman dulu kan para orangtua mengedepankan Bibit, Bebet, Bobot dalam menentukan calon pendamping anaknya. Itulah cara mereka memastikan bahwa anaknya akan memiliki masa depan yang baik. Walopun belon tentu juga berhasil sik. Tapi jaman sekarang cukup kita pastikan bahwa pasangan sehat secara fisik dan mentalnya, agar dapat memberikan keturunan yang sehat juga.

Selanjutnya environment/lingkungan yang kita berikan untuk anak kita haruslah baik. Pola asuh seperti apakah yang akan kita terapkan kepada anak-anak kita. Militerkah? Orangtua tipe keset kah? Demokratiskah?
Seperti apakah stimulasi untuk tumbuh kembangnya yang akan kita berikan?
Setiap anak membutuhkan imunisasi. Mereka membutuhkan bantuan dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya. Mereka punya hak untuk itu. Jadi utamakan kebutuhan anak dalam hal imunisasi ini. Because they really need it.

Dalam membimbing anak-anak kita agar bisa berkembang dengan baik, stimulasi yang kita berikan haruslah:
  1. Setiap hari. Diulang setiap ada kesempatan.
  2. dalam suasana bermain dan interaktif.
  3. Penuh kasih sayang dan gembira.
  4. dengan pola asuh yang otoritatif (demokratik)
  5. Diberi contoh, dibantu, dan tuntas (selesai).
  6. penuh pujian dan penghargaan.

Lalu mengenai nutrisi. Pastikan anak terpenuhi kebutuhan ASInya. Apabila si ibu tidak dalam kondisi tidak bisa memberi ASI, maka usahakan banget-banget kebutuhan ini terpenuhi. Karena beda banget lho antara sistem kekebalan anak-anak ASI dan anak-anak yang tidak mendapatkan ASI.

Lalu berikan anak kita Makanan Pendamping ASI yang memang sesuai dengan umurnya. Sesuai juga dengan kondisi kesehatannya. Apabila anak kita alergi telur, udah pasti kita nggak bisa kasih MP ASI yang ada kandungan telurnya kan. Jadi kita sebagai emaknya emang harus aware banget.

Dan ketika mereka sudah melewati masa2 ASI dan MP ASI, makan kita harus memberikan mereka makanan yang seimbangnya. Jangan kasih makanan yang hanya dominan lemak dan karbohidrat aja, misalnya. Poin terakhir ini sik merupakan PR besar untuk gue nih. Secara gue sekarang dalam masa nggak ada ART nih, dan kemampunan masak memasak gue itu masih di bawah standard lah. Jadi masih belum komplit penyajiannya. But am getting there, for sure. I’m still learning. Yah doakan sajalah dalam proses belajar ini, tiba-tiba dapet berkah punya ART baru, ye kaaann? Amin-kan dong sodara-sodaraaa...



Baeklah sekian dulu postingan pertama #OneStepAhead yang isinya  tentang tumbuh kembang anak, yaaakk.. Silahkan intip artikel selanjutnya yang gue dapet dari psikolog Ajeng Raviando, Psi mengenai Menggali dan Mendukung Potensi si Kecil. Cuuuss yaaa….

Dadaaaah...

Instagram | Twitter | Youtube | Facebook Page | Makeup Artist Blog Makeup

No comments:

Post a Comment

Sibuk? Anak Banyak? Belanjanya Begini Aja

Lagi fokus banget di lokasi shooting, dapet whatsapp dari si bungsu kalo odol abis, sabun abis, ini abis, itu abis.. plus dia minta c...