Monday, February 29, 2016

Najmah Nanya: Menstruasi


Sang Bapak udah kembali lagi ke Bali. Gawe. Si Eneng jadinya tidur bareng Big Mommy lagi. Tadi malem, sebelum #LilAngelNajmah tidur, eh dia bersuara.. Gue pingin share aja obrolan kami tadi malem. Siapa tau ada yang butuh. Nggak spektakuler amat sik penjelasan gue, yang penting sesuai sama level si anak lah..

"Mom, can I ask you something?"

"Ofcourse, darling. What's up?"

"Waktu hari Jumat, kan Keputrian (baca: pelajar-pelajar cewek dikumpulin di musholla, mereka dengerin tawsiyah terus shalat berjama'ah). Terus ada kakak kelas yang nggak ikut shalat. Katanya lagi halangan. Itu maksudnya gimana sih Mom? Emang boleh Mom nggak sholat?"

"Ow that! Remember when I told you bahwa saking sayangnya Allah pada wanita, terus para wanita dikasih istirahat untuk nggak shalat dulu, termasuk nggak shaum juga.."

Anaknya ngangguk.

"Yah itulah saatnya.. kebanyakan pada bilang lagi halangan. Or we can call it Menstruasi."

Gue udah bisa tebak pertanyaan selanjutnya.

"Apa itu menstruasi, Mommy?"

"Allah itu sangat sayaaaaaaang sekali sama wanita. Saking sayangnya, Allah nggak membiarkan wanita itu kotor. Nah di dalam tubuh kita ini kan akan selalu ada darah kotornya nak. Darah kotor itu dibuat oleh Allah untuk keluar dari tubuh wanita sebulan sekali. Selama 7 - 10 hari. Keluarnya melalui apa? Keluarnya melalui vagina."

Jidatnya lecek. Berkerut. Mikir kayaknya. Big Mommy lanjut.

"Itu yang namanya menstruasi. Nah selama menstruasi ini para wanita pake semacam kayak pampers kecil gituuu Naj... you saw I have it, right.."

Dia senyum ngangguk-ngangguk. Lucu iih kayak marmut anak gue.

"Terus kapan kita tau kalau kita dapat menstruasi, Mom?"

"When you wee-wee then you see ada sedikiiit banget darah kering di your undies, then that's will be your time. Do you know what to do?"

Dia geleng-geleng sambil idungnya dilecekin. Tadi alisnya. Sekarang idungnya. Lucuuu iiih anak gue kayak kucing anggora.

"When you get that, first thing you have to do is... Kalo kamu di sekolah, langsung aja cari guru wanitamu.. then you can say 'bu, I got an emergency. I think I have menstruasi..'. Tapi kalau di rumah, ofcourse you come to Mommy. Do you get it now?"

"Yes Mommy. Terus kapan seorang wanita itu dapat menstruasi?"

"Ketika Allah tau bahwa seorang anak sudah siap untuk menjadi big girl, itu waktunya Allah kasih menstruasi."

Ngangguk-ngangguk lagi. Kali ini nggak ada yang lecek di mukanya. Lucuukk iihh anak gue kayak emaknya..

"But you have to know this. When you get your menstruasi, itu artinya Baby nggak boleh lagi bolong shalatnya. Karena Baby sudah mulai menanggung sendiri semua dosa. And you should know that... bahwa Baby sudah harus apa nak?"

"Menutup aurat, Mom"

"Iya sayang.. kalau nggak nanti kasian Papi. Kasian kakak-kakakmu. Karena mereka ikut menanggung dosanya."

"Ok Mom. Terus satu lagi Mom. Bu Nur (baca: guru agamanya) juga cerita. Kalau pada saat orang-orang pada tidur, terus kita shalat dan berdoa kepada Allah, nanti Allah akan kasih apapun yang kita minta ya Mom. Terus langsung ada yang jawab 'Kalau gitu minta pesawat aja dong bu'".. Terus si Eneng ketawa.

"Hahahhaa.. itu namanya Shalat Tahajjud.."

"Tapi emang bener Mom, Allah akan kasih apa yang kita minta?"

"Allah pasti akan kasih apa yang kita minta. Tapi.. Allah yang paling tau kapannya. Allah yang paling tau gimananya.

Kalau kamu minta pesawat. Allah nggak langsung kasih tiba-tiba ada pesawat di depan rumah. Nggak begitu. Allah itu sangat kreatif banget. Caranya itu macem-macem. Mungkin aja nanti tiba-tiba orang tuanya dapat rejeki yang banyak banget sehingga bisa beli pesawat.."

"Jadi aku bisa Mom minta mau ke Amerika?"

"Bisa. Tapi cara Allah kasihnya bukan langsung tiba-tiba pas Baby bangun, terus Baby udah langsung di Amerika. Bisa dengan cara tiba-tiba Papi Mommy dapet kerjaan yang untungnya banyaaak banget. Terus tiba-tiba Papi bilang kita vacation yuukk.. terus kita memutuskan ke Amerika.

Tapi.. Allah tau kapan yang terbaik to make it happened. Bisa jadi Allah bilang, ah jangan dikasih dulu deh rejeki uang yang banyak ke Eric dan Yonna, karena kalau dikasih sekarang, akan ada orang jahat yang mau ngambil. Nanti aja deh.. tidak baik kalau sekarang.."

"Jadi Allah yang tau kapan yang terbaiknya ya Mom?"

"Yes darling. Allah knows the best.."

"Ok Mommy. Thank you so much Mom.. I love you Mom.."

Phiuuuuhhh.....
Emang kadang walaupun ortu udah tau teorinya, tapi kalau tiba-tiba jeddeer kejadian gitu, kadang suka kebingungan jadinya yaaa. Belajar dari pengalaman dengan si sulung, akhirnya gue bisa senyum dulu dan nyiapin kata-kata apa yang mau gue suguhin ke si bungsu.

Penjelasan gue cetek sik emang. Tapi at least menurut gue emaknya, itulah penjelasan yang pas untuk Najmah yang kelas 3 SD dan masih berumur hampir 9 tahun. Gue nggak mau pakai kata-kata atau penjelasan yang terlalu ilmiah, atau terlalu 'strong'. Gue hanya perlu menanamkan di kepalanya bahwa apa yang akan terjadi ke dia itu udah dirancang dengan sebaik-baiknya oleh Allah dan untuk kebaikan dirinya juga.

Itu dia cara gue menjelaskan menstruasi ke anak. Semoga postingan gue ini ada manfaatnya yaa.. sehingga bisa menjadi penerang alam kubur gue nanti. Maklum, gue masih butuh banget melakukan amal kebaikan sebanyak-sebanyaknya. Emak-emak ini banyak banget dosa soalnyaa... 

Astaghfirullah..

Tuesday, February 23, 2016

Poni Pilu si Entong

Mumpung ada bapaknya, kemarenan itu akhirnya gw minta the father took the boys utk potong rambut. Emaknya? Nikmatin tidur di rumah.

Lagi di tengah2 tidur, si sulung nepon. Lapor kalo si entong nangis krn si Asep tukang cukur motong poni dia kependekan. Dengan mata yg berat banget, gue bilang ke kakak "Kak, I'm sure your father can handle it.. Mama lagi tidur sayaang.."

And yes.. I was that exhausted. Just in case you judge me from what I was doing.. 😁

Lanjut lagi tidurnya doong..

Begitu Big Mommy kebangun, yang langsung gue inget adalah si Entong. Eh gimana kelanjutannya yaa..

Begini cerita bapaknya:
Marvell itu maunya poninya itu panjangnya tepat di atas alis. Karena emang itu anak kan demennya nyisir poninya ke pinggir. Kadang suka dia gaya-gayain nyisirnya pake sisir yang (hampir) selalu dia bawa kemana-mana.

Tapi Asep motongnya kependekan. Bad Asep! Nakal Asep!

Kesel lah Marvell. Dari abis dipotong rambutnya sampek pulang, itu anak nangis-nangis rewel gitu di salon. Itu nggak sebentar lho.. krn harus nunggu Marshall, Melvyn dan Ayah juga yang potong rambut.

Si entong marah-marah.. "masa orang dewasa bisa lupa!!!" Ketika si Asep minta maaf dengan alasan dia lupa bahwa poninya jangan dipotong pendek.

Fatwa keluar sudah. Si Entong nggak mau lagi dipotong rambutnya sama Asep. Ouuucchh.. Lagian Asep siiikkk aaaaahh....

Lalu gw panggil si Entong ke kamar. Dan dia masuk dengan keadaan seperti di foto!! Asliiikk.. terus Big Mommy yang galau.. mau kesian atau mau ketawak niihh. Ok.. aku kan ibu-ibu sempurna, jadi kuputuskan bertindak bijak.

"What happened? Kok pake shower cap?"
"Aku ga suka rambutku, Mommy.." mukanya sedih. Nada suaranya pilu. Air matanya siap ngalir lagi.
"I know the story.. lemme see your hair"

I know how to handle this little man. Pikir gue.

Pelan-pelan dia buka showercapnya.
Dan gue aturlah intonasi dan mimik yang sempurna untuk adegan ini..

"Woooww... ganteng banget!!" Dengan gesture tubuh yang terhenyak gitu deh..
"Maasya Allah gantengnyaaa... kamu jadi kayak anak bule gitu naaakk... bagus kok! Ganteng banget!"

"Tapi poninya kependekan Mommy. Aku nggak mau.."
"Yeah I know you don't like it. But this is not bad! Ganteng banget malaahh.."
"Iya.. tapi aku nggak suka"
"Yeah i know. Emang Asepnya juga salah. Tapi ini ganteng banget. Kayak anak bule!" Mata gue bikin pollll berbinar-binarnya.

Lalu.. seperti yang sudah bisa gue tebak.
Si Entong air matanya nggak jadi ngalir.
Raut wajahnya masih sedih sik.
Tapi gue liat lobang idungnya mulai membesar.
Terus nahan-nahan senyum.. lalu bilang..
"Thanks Mom!"

Terus udah deh. Beres.

***********

Beberapa saat kemudian. Dengan tenang Marshall masuk kamar. Dengan rambut yg udh dicukur rapi model cepak.

"Hi Syaf.. you look so handsome!"
"Ow.. thanks mom!"

Yang satu ini sik adem-adem aja. Nggak terlalu rese masalah penampilan. Beda sama #AnakItuAdalahMarvell


Friday, February 12, 2016

I Did Something Good Today. I Think.

"Demi apa bu?"

Itu reaksi pertama yang gue denger dari mulut si ibu muda. Mamah muda. Ok, gue ceritain dari awal yaa...

Kira-kira sejak November 2015 kemarin gue mulai rutin jalan pagi di Jalur Hijau Tebet sehabis ngedropin krucil sekolah. Kelar jalan pagi, biasanya gue duduk santai dulu di dalam mobil. Having my moments.

Kira2 di bulan Desember 2015.
Mobil gue parkirnya menghadap ke taman. Gue udah selesai jalan pagi. Terus gue having my moments. In the car.

Dari dalam mobil gue liat seorang baby sitter lagi ngasuh anak balita, umurnya mungkin 3 tahun. Cowok. Ganteng. Sepertinya ada darah Timur Tengahnya. Gue mah langsung keingetan anak-anak gue waktu seumuran segitu. Itu anak lucu sepertinya lagi dikasih sarapan sama Sitternya. Sambil si anak jalan-jalan. Anaknya nggak petakilan kok. Trust me.. gue punya anak 4, jadi sensor gue bisa dipercayalah untuk bisa ngeliat seorang anak itu petakilan atau nggak.

Tiba-tiba gue kaget.
Si sitter yang duduknya membelakangi mobil gue narik kasar si anak untuk mendekat ke dia. Abis itu anak itu ditaro di pangkuannya. Dengan hanya melihat punggungnya, gue bisa melihatlah dari gesturenya sepertinya dia lagi ngedumelin itu anak. Ummm... secara logika emang kayak nggak mungkin yaa di posisi gue yang di belakangnya bisa liat kalo itu sitter ngedumel2.
Ya bisalah dilihat.. karena si Sitter kan kepalanya gerak2 ke samping. Jadi pas wajahnya menoleh ke samping, gue bisa liat mimik keselnya sambil mulutnya komat-kamit. And trust me.. itu nggak lagi nyanyiin Twinkle-Twinkle Litter Star. Suwer deehh!

Tiba-tiba gue kaget lagi.. #EmangKagetanOrangnya :P
Itu Sitter mukulin tangan si anak yang nyoba ngambil2 sesuatu. Mungkin mainan. Mungkin handphone. Nggak keliatan dari tempat gue. Adalah sekitar 2-3 kali mukulnya. Abis itu dia lanjut dengan gerakan kasar maksa ngasih makan si anak.

Hidih!
Gue paling panas hati liat Sitter kayak gini. Dan gue harus melakukan sesuatu. Gue tunggu-tunggu sebentar, nyari yang mana sik bapak atau ibunya. Tapi nggak muncul-muncul. Dan gue udah harus pulang. Urusan si Sulung mau berangkat sekolah soalnya.

Terus gue pulang deh.

Abis itu beberapa kali gue liat lagi Sitter dan anak ganteng itu di jalur hijau. Si Sitter lagi ngasih makan. Normal-normal aja sik. Nggak ada tindak kekerasan.

Sekitar beberapa hari yang lalu, gue liat lagi si anak ganteng di taman Tebet itu. Lagi dikasih makan. Kali ini sama wanita muda. Gue yakin itu ibunya. Dan ada si Sitter itu. Aaahh.. finally ada juga ibunya. Gitu pikir gue. Tapi gue mau lanjutin jalan pagi dulu, nanti begitu gue liat si ibu lagi sendokiran, ya baru mau gue ajak ngomong deh.

Lha tapi abis gue kelar muter, gue nggak liat mereka lagi.

Nah tadi pagi gue liat lagi si anak cute ganteng lagi dikasih makan. Sama ibunya. Sendirian. Tanpa si Sitter. Terus gue lanjut lanjut dulu jalan pagi. Konsentrasi ke film Dead Rising: Watchtower yang nemenin gue jalan pagi.

Lhaaa... keasikan jalan sambil nonton selama 1 jam 15 menit, gue lupa deh tuh sama si anak ganteng dan ibunya. Ternyata begitu gue ngeluarin mobil mau menuju pulang, gue liat si ibu dan anak ada di gerbang Taman. Ok, waktunya gue ngomong.

Sambil mundurin mobil, gue buka kaca jendela. Pas deket dengan si ibu muda, gue pun ngomong..

"Mbak, sini deh.."
Terus dia agak ogah-ogahan mau mendekat ke gue. Yaeyalah.. siapa juga ini ibu-ibu nggak kenal maen nyuruh2 sini aja. Gue maklum.

"Ini anaknya yang susternya rambutnya panjang itu ya?"
"Iya bu.."
"Saya mau cerita, tapi minta maaf banget yaa.. bukannya mau ikut campur. Tapi saya kasian sama anaknya. Itu susternya kasar lho. Saya pernah liat dia kasar ke anaknya mbak dan mukul tangannya"
"Demi apa bu?"

Mendengar reaksinya yang nyuruh gue bersumpah demi apa, gue mengernyitkan dahi. I was like, ya udin kalo emang nggak mau terima ucapan gue ya tak apa. Tapi ya masa gue kudu bersumpah.. Sadar gue agak bingung dengan ucapannya, si ibu muda ngelanjutin..

"Maksud saya bu, tadi pagi si susternya itu bilang mau berenti. Dan suami saya itu kayak nyalahin saya. Karena saya terlalu milih-milih, terlalu banyak nggak cocok.. Soalnya si susternya juga bilang katanya saya itu terlalu begini begitu"

"Ogituu.." ya gue cuman bisa bilang itu aja sik..
"Iya bu.. aduh gini.. boleh nggak bu, ibu bicara sama suami saya. Biar dia tau..soalnya dia nyalahin saya.."

I was like..
What? Masa kudu gue yang berhadapan dengan suaminya?

"Minta tolong bu.. dia sebentar lagi juga lewat kok. Lagi muter sekarang. Tolong ya bu.."

I was like..
Ya udahlah yaa.. kalau mau menolong seseorang jangan setengah-setengah.
Terus tiba-tiba Satpam dari samping mobil gue bilang "Bu, parkir dulu aja ya bu, soalnya nanti ada mobil yang mau lewat"

Oiyee gue baru sadar bahwa mobil gue mengisi penuh gerbang taman tempat keluar masuknya mobil. Akhirnya gue parkir.
Gue liat si mamah muda lagi masukin anaknya ke mobil yang parkirnya di depan mobil gue. Dia celingak celinguk nyariin suaminya.

Sambil gue markirin mobil sambil gue mikir. Negative Thingking mungkin. Atau apalah..
Ini suaminya galak kali yaa.. itu istrinya kok sampek butuh gue untuk bicara ke suaminya. Apa kalau si istri yang ngomong, suaminya nggak akan percaya? Why? Itu kan istrinya? Terus.. kalo nanti si suami marah ke gue karena ikut campur, kira-kira gue akan bilang apa ya? I should prepare my words..

Ahelaaaahh...negative thinking aja sik buuuukk. Masih pagi tauuukk.
Etapi kan gue berjaga-jaga ajaaa..
Tetep aja negative thoughts tauuukkk..

Gitulah isi kepala gue saling saut-sautan.

Nggak berapa lama suaminya lewat. Terus diberentiin istrinya (lha kok deskripsinya kayak Metro Mini aja sik pake diberenti2in.. pake lambai2 tangan gitu nggak jeeng ngeberentiinnya? :P)

Dari dalem mobil gue liat si istri melakukan preambule ke suaminya. Nggak tau ngomong apaan. Tapi gue liat si suami sambil ngelecekin dahinya, matanya ngeliat ke gue.

Lalu gue keluar dari mubil. Gue berjalan ngedeketin mereka.
Sambil tersenyum menampakkan gigi-gigi besar gue yang belum disikat, gue berkata ke mereka..

"Pak.. minta maaf nih. Bukannya saya mau ikut campur. Tapi saya kasian sama anak Bapak. Kira-kira bulan Desember saya liat susternya Bapak itu kasar ke anak bapak... blablablabla...." Gue ceritain apa yang gue liat..

"Maaf ya pak kalau kurang berkenan. Tapi saya harus kasih tau. Saya nggak tega sama anak Bapak. Kasian soalnya. Saya tuh kalau urusan anak, nyinyir banget. Mungkin karena anak saya 4 ya pak. Jadi saya nggak tega.."

"Iya nggak apa-apa bu. Terima kasih bu. Terima kasih." Sambil abis itu dia ngeliat ke istrinya. Tatapannya empuk. Mungkin ada perasaan menyesal udah nyalahin istrinya. 

Lalu gue pamit.
Dan di mobil gue merasa, I think I did something good today. I think.

Seandainya semua ibu mau bekerja sama, saling menggunakan mata kita, lihat-lihat di sekitar seandainya ada baby sitter yang kasar ke anak asuhnya, langsung kita info ke ortunya.. mungkin bisa mengurangi baby sitter yang suka seenaknya aja kasar-kasar ke anak asuhnya.

Dia bakal mikir-mikir kalau mau kasar-kasar di muka umum. Ya walaupun nggak menjamin diam-diam dia tetep bisa kasar juga ke si anak kalo pas di rumah. At least, bisa mengurangi.

Dan to (some) husbands,
Stop trying to blame istri kalian kalau memang ada baby sitter atau pembantu mau keluar. Seandainya memang si istri bawel ke mereka krn kerjaan mereka, lha sapa tau itu insting kuat mereka bahwa mereka nggak bagus untuk keluarga kalian. Iiiihh susah amat siik untuk bisa memahami kayak gitu..

Jadi istri itu yang dipikirin tuh banyak tauuukk.
Karena kami itu terlahir untuk multitasking. Banyak hal yang dipikirin. Banyak hal yang dikerjain. 

Entah kenapa, tapi kok ya gue yakin.. kita para istri itu tau kok kapan harus menurunkan standard kita terhadap kekuatan orang belakang (baca: baby sitter dan ART). Kita tau kok. Kita punya alarmnya. Kalau emang kita nggak nyadar, keadaan yang akan bikin kita sadar. It's just about the perfect time aja kok sampek akhirnya sebuah keluarga itu akan mendapatkan orang belakang yang tepat dan cocok. Percaya deh. Gue nggak akan ngomong gini kalau emang nggak gue alamin sendiri.

Akur yaaa?

Kalian gimana teman-teman yang budiman?
Pernah melakukan hal yang sama seperti yang gue lakukan? Reporting bad baby sitter to the parents? Cerita doong di kolom komen pleaseee..

Oiyaa.. gue juga punya instagram yang isinya foto-foto yang kadang asik kadang nggak asik gitu siikk.. Follow yaaa di @YonnaKairupan (twitter juga sama akunnya).

Dan gue juga punya youtube channel yang isinya Video Blog tentang kegiatan gue dan juga pastinya Makeup Tutorial. Subscribe doong pweeasee di mariih..

Thanks guys!

Wednesday, February 10, 2016

Antara Kuyup, Maudy Koesnaedi, dan Lotte Choco Pie

Gue mau berkisah tentang hari Kamis, 4 Februari 2016.
Hari dimana gue dapet undangan untuk hadir ke acara launching snack premium baru di Indonesia, Lotte Choco Pie.

Kebetulan gue diundang oleh Mommies Daily untuk hadir. Terdetect banget kayaknya yaaa ada emak-emak punya anak banyak dan doyan banget ngunyah.

Ok. Gue cerita yaa.. Kalau bisa sik yaa baca sampek abis gituu.. Biar betah, gue akan suguhin foto-foto deeeh..
Baiklah, berhubung undangannya ini adalah pas weekdays, pas krucil lagi sekolah, jadinya kan gue sebagai wanita rempong harus punya rencana yang yahuwt.

Supaya anak-anak nggak terlantar pas pulang sekolah.
Supaya gue bisa berkegiatan jugak.
Supaya gue bisa pake alas bedak.
Supaya gue bisa pake pupur. Gincu.
Ya harus diatur kalo gitu.

Ginilah gue ngaturnya:
Krucil gue titipin ke sahabat gue pas pulang sekolah.
Terus gue tarok mobil di rumah sahabat gue itu.
Berangkat ke acaranya Lotte Choco Pie naek Gojek atau GrabBike.
Pulangnya naik Gojek atau GrabBike.
Terus ketemu sama krucil di rumahnya sahabat gue.
Terus jemput si sulung pulang sekolah jam 17.30
Terus pulang deh.

Okehsip. Itu rencana saik banget lah.

Dan..
Ketika gue (jarang-jarangnya) memutuskan naik ojek, baru 1/3 jalan langit memuntahkan hujan deras. Dan merasa gue adalah wanita gagah tak pantang kendur akan hujan, gue meminta driver GrabBike untuk jalan terus menuju Hotel Gran Mahakam, tempat acara Launching Lotte Choco Pie.

Hujannya nggak maen-maen, para pembaca yang budiman.
Deras sederas-sederasnya. Untungnya sempet pake jas hujan yang dipinjemin drivernya. Walopun hanya menutup sampai pertengahan paha.

Sampai di Hotel Gran Mahakam.
Dengan keadaan kuyup setengah badan, gue menuju toilet. Ngaca-ngaca nggak penting gitu disana. Cuman pengen liat aja, seberapa parahnya kuyup bagian panggul ke bawah gue. Mbak-mbak gadis penunggu toilet pun nggak membuat gue lebih tenang dengan komennya :(

"keliatan banget ya bu basahnya.. "

Tapi kan gue orang yang punya stok pede membungkah banget yaa.. Ya gue akhirnya melengganglah berjalan mau naik lift ke lantai 2. Begitu liftnya kebuka.. terus terus ada wanita cantik gitu keluar dari lift..

"Mbak Maudy? Masih inget nggak? Aku Yonna.. "
"eeh ya ampun mbak Yonna apa kabar mbak?"

Terus kami cipika cipiki. Terus ngobrol bentaran banget.
Jadi ternyata mbak Maudy (sengaja gue sebut mbak biar pembaca yang budiman nganggap gue deket banget sama arteys :D) juga ada di Hotel Gran Mahakam untuk acara launching Lotte Choco Pie. Dan mbak Maudy ini juga sebagai Lotte Choco Pie Ambassador di Indonesia. Enak banget siik..

Gimana ceritanye gue bisa kenal Maudy Koesnaedi?
Jadi.. dulu kan gue sempet handle penjualan jilbab kondang yang sempat digandrungi para arteys ibukota NZ Collection (punyanya emak gue). Nah mbak Maudy termasuk langganan gue. 2 kali kita ketemuan. Pertama dia dateng ke rumah. Dan kedua kita ketemuan di Plaza Senayan.



Ok. Kembali ke acara launching.
Akhirnya kami sama-sama naik lift ke lantai 2.
Begitu lift terbuka, photo booth ada di depan mata. Tindakan wajar yang harus gue lakukan adalah ya berfoto demi mengabadikan outfit gue yang kuyup di bagian panggul ke bawah.


Setelah gue selesai registrasi, langkah wajar selanjutnya adalah menyicipi hidangan yang disajikan. Sebetulnya gue janjian dengan 2 kawan blogger gue Elnie dan Kania. Tapi mereka belum dateng. And it will be heavenlah untuk menyibukkan rahang gue ke atas dan ke bawah demi mengunyah makanan.

Akhirnya Elnie dan Kania datang.
Akhirnya kami foto bertiga.
Akhirnya acara launching di mulai.

Terus terang gue belum pernah sik ngerasain soft cookies premium ini. Nyebut namanya aja gue awal-awalnya masih kesrimpet-srimpet. Choco Lotte Pie. Pie Choco Latte. Latte Pie Chocolate. Ok makin ngaco. Dan akhirnya bisa fasih: Lotte Choco Pie!

Belum pernah ngerasain. Terus gue juga belum tau apa kelebihannya premium snack ini. Belum tau juga hot buttonnya kenapa gue harus beli snack ini kalo liat di supermarket. Ya karena belum tau, ya gue harus nyimak dong.

Acara launching dibuka oleh Mr. Hiroaki Ishiguro, Presiden Director Lotte Indonesia. Beliau mengucapkan terima kasih atas kehadiran para blogger dan juga media. Aaaawwhhh... thank you for having me lho, Hiroaki-san!


Abis itu MC mulai memanggil 3 gorgeous ladies untuk memulai talkshow.
Oci C. Maharani sebagai Brand Manager Lotte Indonesia.
Hanifa Ambadar sebagai Founder Female Daily Network.
Dan Maudy Koesnaedi sebagai Brand Ambassador Lotte Choco Pie.

Talkshownya seru. Dan sangat menjawab ketidaktahuan gue.

Apa itu Lotte Choco Pie?
Ini adalah cemilan 3 in 1 yang dihadirkan dari Jepang. Emang apa aja isinya?
Lapisan coklat yang nggak pelit, softcake , dan juga kenyel-kenyel marshmallow.




Selama talkshow, peserta cuman bisa ngebayangin aja deh tuh gimana asoy rasanya Lotte Choco Pie. Lihat sisi positifnya aja kali yak.. setidaknya kita semua bisa fokus ke para wanita cantik yang lagi ngobrol-ngobrol di depan.

Maudy Koesnaedi bercerita ke kita. Gimana sibuknya kegiatannya. Gimana padetnya kegiatan anaknya, Eddie. Sekolah dari jam 7 pagi sampek jam 2 siang. Dilanjutin kegiatan-kegiatan lainnya yang tiap hari beda-beda. Ngaji. Main bola. Dan apalagi.. dan apalagi..

Karena kepadatan kegiatan masing-masing, jadi kadang waktunya sempit juga untuk Maudy bisa rajin-rajin bikin cemilan. Jadi kalau emang pas ada waktunya barengan, jadi emang difokusin untuk berkomunikasi. Berhubung anak gantengnya itu nggak banyak omong, jadi harus ada strategi khusus untuk mancing supaya mau cerita. Nah Lotte Choco Pie yang emang akhirnya jadi kesukaan Eddie ini lah yang dijadiin alat pancingan supaya anaknya mau bercerita. You know what, every mommies were born smart, no?



Kalau menurut Hanifa Ambadar, bukan cuman artis yang emang padet waktunya. Sebagian besar wanita modern itu memang sibuk. Dan sebagai wanita modern, udah pasti lah yaa harus cerdik-cerdik bergembira dalam ngatur ini itunya. Termasuk urusan perut anak.

Dijelaskan oleh mbak Oci sebagai Brand Manager Lotte, snack premium yang harganya terjangkau ini udah paling pas banget jadi pilihan mamah-mamah muda sekalian.

Mau dibawa untuk bekal sekolah. Bisa!
Mau dijadiin cemilan untuk di rumah. Bisa!
Mau dijadiin bekal untuk mendampingi kegiatan anak. Bisa!

Nggak ribet. Nggak belecetan coklatnya karena per snacknya itu sudah dibungkus dengan rapi dan mudah banget dibuka. Jadi anak bisa membukanya sendiri.

Yup. Hal ini menjadi concern tersendiri buat gue. Karena banyak banget cemilan yang dibungkus, tapi anak itu sulit untuk ngebuka karena plastiknya itu susah untuk disowek. Secara kan anak gue banyak yaaa.. jadi gue memang membiasakan mereka untuk sebisa mungkin ngebuka sendiri cemilannya. Mandiri juga bisa dilatih dari masalah persnackan bukaaann? :P

Gue sempat mengajukan pertanyaan ke mbak Oci di acara talkshow tersebut. Mengingat 4 anak gue itu alergi, dan mereka hanya bisa makan coklat kalau staminanya sedang bagus, apakah di kemudian hari akan ada varian rasa lain dari Lotte Pie?

Jadi ternyata kalau di Jepang, menurut mbak Oci, ada varian Green Tea Pie. Cuman untuk di Indonesia masih dikonsentrasikan dulu yang Choco Pie. Jadi belum ada pertimbangan untuk penambahan varian rasa. Ya semoga aja ada yaakk...

Lalu ditambahin lagi oleh mbak Maudy. Anaknya pun alergi. Tapi kalok makan Lotte Choco Pie ini, so far aman-aman aja. Kalau begitu udah pastilah Lotte Choco Pie ini menggunakan coklat yang kualitasnya bagus. Soalnya anak-anak gue itu kalau makan coklat yang rasanya gula banget, nggak berapa lama pasti batuk gerung-gerung.

Aaaaahh... kan gue jadi penasaran terkejang-kejang kaaaan jadinya mau tau gimana rasanya Lotte Choco Pie ini. Emang dasar rejeki emak sholeh yaaa.. Begitu kelar peresmian Launching Choco Pie ini, semua peserta yang hadir disajikan pie coklat gempal ini. Saya dapat 2 sodara-sodara.. :D


Begitu gue rasakan di gigitan pertama... kalian tau apa yang gue rasakan pembaca yang budiman?
Gue merasa terancam!! Yup, gue merasa terancam.
Gue merasa nggak aman kalo makan snack ini. Karena gue yakin... krucil gue pasti bakal berebutan sama emaknya kalo makan snack ini.
Aaaaakkkkkhh.. gue suka sangat sama pie nyaaaaa!!!

Untung aja kan pas pulang kami semua dibekelin dengan goodie bag yang isinya Lotte Choco Pie. Pas banget lagi jumlahnya.

Isi goodie bagnya itu adalah:
1 pack Lotte Choco Pie yang isinya 6 buah.
1 pack Lotte Choco Pie yang isinya 2 buah.
Jadi, selain yang satuan, ada juga Lotte Choco Pie dalam bentuk pack yang isinya 6 pieces dan 2 pieces.

Info-info lengkapnya sih bisa deh diliat di websitenya Lotte atau bisa distalk di facebooknya: Lotte Choco Pie Indonesia

Dan ketika pie-pie rasa surga itu gue kasih ke anak-anak gue... ternyata bener-bener kejadian sodara-sodara. Kami saling berebutan!!

Yah kira-kira begitulah bonding time versi gue dan anak-anak. Berebutan makanan. Agak barbar yaa :D. Kalau bonding time kalian sama anak-anak kayak gimana sik, teman-teman? Share dong plis.. plis.. pliss.. Isi di kolom komen yaa :)

Vlog a.k.a video blogging selama acara Launching Lotte Choco Pie bisa ditonton disini yaaa kawan-kawan. Jangan lupa subscribe ke Youtube Channel gue yaa.. nanti akan ada vlog-vlog dari acara-acara lainnya juga. Janjik!



Tuesday, February 9, 2016

Thanks for Your Puisi, Mom

Tadi siang Big Mommy keujanan. Hujannya ngejebak 1 emak dan 3 anak SD di lobi sekolah. Akhirnya... ngapain jugak kejebak di lobi sekolah. Mending seneng-seneng sama krucil deh pas hujan2.

"Kids, your backpacks waterproof, right?"
"Yes, Mom"
"Let's run to the car!"

Dan mereka langsung kesenengan. Kita ngakak-ngakak under the rain. Dan Marshall pun bilang..

"It's always fun kalau sama Mommy!"

Aaahhh... Big Mommy berbunga-bunga!

Namanya juga udah umur yak. Begitu sampek rumah kepala langsung sekong. Masuk angin lah vonisnya. Udah coba dibawa tidur. Pusingnya masih ada.

Lalu.
Minum tolak angin.
Terus rebahan.

Terus di bontot inisiatif mijitin kepala Big Mommy.
Abis itu Big Mommy minta gantian sama Marvell.
Abis itu gantian sama Marshall.

Nah. Tentang Marshall.
Di antara 4 anak, Marshall ini yg jarinya terasa enak untuk mijit-mijit
Emaknya terlena banget. Sempet ketiduran. Bentar. Terus bangun lagi.

Lalu Big Mommy balik badan menghadap ke Marshall. Then we had this lovely conversation.

Btw, we're the Parents calling him Syafiq.

"Syaf, I want you to know something. No matter mau seberapa jeleknya nilai Syafiq di sekolah, I will always love you."

Big Mommy liat mata anaknya mulai berair.

"Listen, I don't want you to be sad kalau nilai-nilainya Syafiq paling kecil dibanding kakak dan adiknya. Don't be sad. Papi Mommy will always love you.."

Lalu anaknya mulai mengalir air matanya.
I just got the feeling bahwa masalah akademis mulai membebani hatinya. I knew it.

"Syafiq itu punya banyak kelebihan. Do you know kelebihanmu apa aja nak?"

"Kelebihan Syafiq apa, Mommy?"

"You have a very good heart. Syafiq selalu baik sama orang lain. Syafiq nggak mau menyakiti teman. Syafiq patuh sama Papi Mommy. Syafiq suaranya bagus.... You'll be a great person!

Yang penting Syafiq tetap jauhi larangan-larangan Allah ya nak. Jauhi narkoba. Jauhi pornografi.

Kalau Mommy marah ketika ngajarin Syafiq, I want you to know, it's not because of you. It's because of me! You know I'm an emotional person. Mommy gampang meledak orangnya. And I need you to remind me.. 'don't be mad at me, Mommy'.. I'm not like your father. He's so good."

"Iya Mommy"

Lalu anaknya meluk Big Mommy nya.
Lalu anaknya nyium Big Mommy nya.

Lalu anaknya bilang..
"Thanks for your puisi, Mom.."

"It's not puisi, darling. It's my nice words for you.."
:)))


Sunday, February 7, 2016

BUAH SIMALAKAMA: Using Your Friend's Business

Kita semua pasti punya temen.
Pasti punya juga temen yang punya usaha kan?
Pernah punya pengalaman pake jasa usahanya temen?
Gimanakah pengalaman kalian?

Gue kebetulan adalah Makeup Artist.
Awal-awalnya ngejalanin, ya gue emang maunya nerima client yang temen dulu. Kenapa? Karena teman tau exactly how to treat me.

Gue suka makan. Disediain cemilan.
Gue suka yang manis-manis seger. Disediain minuman dingin berwarna.
Gue suka ngelucu. Mereka ngakak sempurna. (entahlah..mereka mungkin pura-pura :D)
Gue ontime. Ya mereka udah siap sedia pas gw hadir.

After salesnya?
Gue akan follow up gimana hari-harinya dengan makeup gue.
Kebanyakan malah tanpa gue follow up, mereka udah pada laporan sendiri.

Kadang untuk teman-teman tertentu, gue kasih harga spesial lah.

BUT WHAT HAPPENED KETIKA GUE YANG PAKAI JASA TEMAN?
Bisa dibilang gue jarang lah pakai usaha teman. Karena gue baru ngeh.. nggak banyak teman gue yang punya usaha. Palingan pake jasa catering. Itu juga sama sahabat gue. Online shop nggak. Makeup artis, gue makeup sendiri. Tukang AC, punya langganan sendiri.

Inspirasi postingan ini berawal dari tikus, sodara-sodarah.. 
Iyaaa.. tikus!
Sejak nggak ada Eha, ini rumah jadi banyak banget tikus. Saat itu mungkin Eha rajin tutup pintu dapur yang kalo dibuka nganga lebar ngadep ke 'taman' belakang. Plus Eha itu dulu rajin banget kasih 'makan' tikus yang suka colongan masuk ke rumah. Dan abis 'makan', tikus itu mati entah dimana. #EhaIMissYou

Anyway...
Berhubung tikusnya udah pada berisiik banget di loteng. Gedebak-gedebuk lari kesana kemarih. Kesini kemirih. Terpikirlah gue untuk manggil tukang tikus kembali.

Duluuuuu...
Pernah panggil Specta. Langganannya kantor gue pas masih bekerja di Majalah Tempo. Murah. After Sales Servicenya bagus. Per 3 bulan suka panggil mereka. Sampai akhirnya tiba-tiba telp mereka nggak bisa dihubungi lagi. Jeddeerr. Aeh matek gue..

Terus gue punya temen yang usahanya di Pest Control gitu.
Dulu pernah sekali pake jasanya dia. Tapi sesudah itu berhasil apa nggak, gue nggak ngeh karena dulu itu urusan rumah semua dihandle Eha. Gue dan Suami sering sampek rumah malem. Terus tidur. Terus..... :P

Nah...
Pas kemaren itu tikus-tikus di rumah gue udah pada ketimpringan, gue sempet nanya-nanya ke temen2 di group wasap. Ada yang punya langganan tikus andalan nggak. Hasilnya zero. Nol. Kosong.

Akhirnya ya gue memutuskan ngubungin lagi temen gue ini. Gue masih belum pasti sik, temen gue ini masih berkecimpung di urusan tikus nggak. Tapi ya gimana bisa tau kalo gue nggak kontak kan? Sebutlah namanya Miwir. #BukanMawar

Gue chat dia di wasap.
Nggak dibaca.
Beberapa jam kemudian dibaca doang. Nggak dibales.

Gue chat lagi, nanya dia masih usaha ngusir tikus nggak.
Lama nggak dijawab. Tapi dibaca.
Lalu gue chat: Wir, lama amat balesnya
lalu keesokannya dia bales bilang kalo lagi di tempat susah signal.
Ohokelah..

Besoknya, 11 Jan, dia yang chat gue.
Nanya mau pest control yaa?
Trus dia langsung suggest hari Rabu.
Semenit kemudian gue bales. Nanya berapa harganya sekarang?
Satu jam lebih kemudian dia bales. Kasih harga 450ribu.Terus nanya alamat.
Gue bilang gue lagi nyetir.

12 Jan gue yang chat dia duluan.
Kasih alamat rumah gue. Dan ancer-ancernya.
Namanya juga customer, Minang pulak, gue tanya: ada diskon khususkah?
2 jam kemudian dia bales. Nggak bisa kasih diskon krn harga obat udah naik.
Apakah gue nawar? Nggak. Karena gue pikir temen. Pasti kasih yang terbaiklah untuk gue.
Dia tentukan waktunya ke gue. Jam 2. Lalu gw OK.
Dia bilang anak-anak jangan ada yang di rumah.

13 Januari, pas waktu yang ditentukan, jam 14.09 gue wasap dia. Karena sepanjang pagi nggak ada koordinasi apapun dari dia.
Gue wasap nanya orangnya jadi dateng nggak?
Karena begini. Gue orang yang segalanya harus direncanakan dengan baik. Anak gue banyak. Kalo nggak diatur dengan baik, kadang suka ribet jadinya.
Kalau tukangnya udah deal mau dateng jam 2, jadi gue bisa jemput anak2 yang pulangnya jam 3. Dan bawa mereka kemana dulu sampek jam 4. Sehingga pas jam makan malem mereka jam 5, udah bisa nongkrong di rumah dan makan masakan rumah. Nggak jajan. Nggak ngeluarin uang. Loe perkirakan ajalah berapa biaya nongkrong 5 orang kan. Lalu hitung per jam. Kalo kudu nongkrong 2 jam, berarti akan ada repeat order jajanan kaaan.. Hahahhahahaa... Minang banget yaa gue..

Wasap gue nggak dibales.
Lalu gue telp. Dia malah nanya: oh belum dateng ya?
Terus gue minta nomor telp orangnya. Dia kasih via wasap.

Jam 3 sore dia wasap gue. Minta gue arahin jalan untuk orangnya.
Damn, woman! Udah jam 3 lho!!

Akhirnya itu orang2nya dia datengnya jam 4!!
Dengan alasan nyasar!. Gue sudah kasih ancer2nya padahal.
Ya sudahlah yaaa.. Gue fokus ajalah dengan nongkrong2 cemas sama krucil2 :D
Staffnya temen gue ini bilang gue baru bisa balik ke rumah selepas maghrib. Sekitar jam 6 sore lewat lah.

Gue sempat ngobrol sama staffnya di telp.
Yang akan mereka lakukan adalah:
Rumah di spray dulu (untuk ngusir serangga. mungkin).
Terus mereka cari lobang tikusnya dimana. Terus ditutup atau dikasih racun. Gue lupa. Terus rumah difogging.

Waktu udah kelar difogging, gue dapet laporan dari anak zombie gue yang saat itu nungguin rumah, dia bilang kalau si tukangnya nggak nemu lobang tikusnya. Lha katanya mau nyari. Dan waktu dari nyepray sampek kelar fogging itu singkat banget kalau menurut gue. Karena gue kan selalu mantau ke anak zombie gue. Berarti di pikiran gue, nyarinya nggak serius niih. Nggak seserius anak gadis nyari jodoh aaaahh.. Nggak asik!

Tapi terus berubah lagi omongan dari tukangnya. Katanya nemu. Dan udah dikasih racun. Auk aah.
Terus gue tanya ke dia. Gimana kalau tikus-tikusnya masih ada aja. Kata dia: ibu hubungi aja bu Miwir ya. Nanti sama bu Miwir akan dikirimin obat lagi.

Oh okelah. Biasanya sik kalo sama Specta, bersih abis itu rumah. Nggak ada tikus selama 3 bulan ke depan.

Abis dapet garansi omongan dari si staffnya, gue wasaplah si Miwir mengkonfirmasi omongan si staff. Kata Miwir: Oke, klo 3 hari ya say bukan sebulan *pake emoticon ngakak* #PakeSay :D

Terus gw tanya dia pembayaran tranfer kemana.
3 menit kemudian dia langsung jawab. Cepet juga nih! #TentangBayaran :D

Nah.. lalu mulailah drama ini.
Besokan malamnya gue wasap si Miwir. Gue bilang kalo loteng rumah masih rame tikus gedebak-gedebuk. Itu tanggal 15 Januari.

18 Januari dia baru balas, wahai pembaca yang budiman!
dia bilang: oohh ya.. kmrn yang mati banyak ga? deket rumah?

nice gue jawab: belum terlihat tanda-tanda sik Wir..

ABIS ITU UDAH. NGGAK ADA TANGGAPAN LAGI DARI DIA. DIA KAN TEMANKU PADAHAL..

22 Januari jam 6.13 sore gue wasap dia lagi . Nanya gimana nasip laporan gue. Karena tikusnya udah mulai maen-maen ke dalam rumah.. (sampek naek2 ke sofa)

23 Januari jam 8.51 pagi dia baru bales. Minggu depan ya say. Di kirim racun lagi. #PakeSay 

ABIS ITU UDAH. NGGAK ADA TANGGAPAN ATAU UPDATE APA-APA LAGI DARI DIA. DIA KAN TEMANKU PADAHAL..

Lalu kemarin.
6 Februari 
Obat yang katanya mau dikirim tak juga datang. Nggak ada kabar juga. Akhirnya gue wasap dia. Bilang gini:

Miwir, berhubung gue tunggu2 nggak ada juga after salses service dari loe..
Lebih baik tak usah aja ya Wir.. Gue udah handle sendiri akhirnya. Pake lem tikus dan sangat efektif. Terima kasih banyak ya Wir.

6 menit kemudian dia bales:
oohh iya, say maaf banget gue belom ngabarin kemaren full banget. sampe minggu ini jadi belom ada yang bisa kesana. maaf ya.
rencananya selasa ini
tapi kalo udah alhamdulillah

saat itu juga gue bales:
ga usah wir.
maap.. gue kurang suka dijanji2in soalnya. dan nggak ada update dari loe.
kecewa sik gue dengan service loe.
maaf lahir batin yaa.. tak apa yaa gue sampein.
semoga jadi masukan.
dan gue tarik info gue promoin loe ke temen2 gue.
sempet gue share di group soalnya.

semenit kemudian dia bales:
ooh.. ya udah ga apa2
buat introspeksi aja. it's ok
nggak ada yang masuk juga kok ke gue temen2 lo

saat itu juga gue bales:
iya krn dari awal udah gue bilangin

saat itu juga dia bales:
maksudnya nggak ada call minta di semprit (mungkin maksudnya semprot yaa)

saat itu juga gue bales:
ya nggak instant langsung nepon juga kaleeee (terus gue pake icon ngakak.. menertawakan kecetekan komennya)
tapi udah gue clarify ke mereka

saat itu juga dia bales:
gue emang lagi keterbatasan armada 2 bulan ini

HENING
HENING 
HENING

10 menit kemudian DIA BALES LAGI:
terserah elo lah bu yona mau diancurin juga reputasinya, alhamdulillah saja sayamah. Mau gimana lagi memang armada dan orang kita lagi terbatas.. kita perusahaan kecil say.
Alhamdulillah saja tapi itu masukan buat kita. Makasih ya say dan maaf kalau udah bikin kecewa. Thanks.

Nah terus kok jadi dia yang melow macam lagu-lagunya Ratih Purwasih sik? Akooh bingung jadinya. Lalu ya saya balaslah:

"Jeileeeh.. baper amat Wir..
Hancur bagaimana? Loe tau nggak cara gue menarik info rekomennya? *lalu pake emoticon ngakak yang sampek keluar aer mata*
Krn awalnya gue info ke temen2 gue ttg jasa loe, ya gue bilang lagi ke mereka:
gue ga rekomen.. nggak fast response dan nggak update kabar.
Jadi pebisnis jangan melow lah Wir..
Semoga aja ada manfaatnya kejadian dengan gue ini yaa..
Semoga sukses ya Wir.. dan ada perbaikannya.."

Lalu dia jawab AMIN. Lalu selesai.

Lalu membuat gue berpikir. Sebetulnya baik atau nggak sik menggunakan jasa usaha teman? Di kasus gue ini, gue jadi merasa dia nggak memperlakukan gue sebagai seorang customer.

Koordinasinya kurang baik.
Dia nggak fast response.
Dia nggak follow up lanjutan ke gue.

Walopun dia lagi hectic banget, harusnya kan bisa ya kasih kabar maap-maapan kayak pas lebaran gitu. Gue juga tenang kok pasti. Jangan karena gue customer yang kebetulan teman, terus malah digampangin gitu kan. Gue bayar dengan harga full. Nggak pake diskon-diskonan tahun baru. Hih.

Nah sekarang gue kan jadinya bingung untuk ambil hikmahnya. Atau pelajarannya.
Next time, sebaiknya using your friend's service atau gimana nih?
Karena gue juga nggak mau pukul rata semua temen gue bakalan kayak gitu.
Gue orang yang tau apa hak-hak gue sebagai customer. Kalau nggak puas, ya gue akan mengajukan complaint. Lha tapi kalau ketemu yang melow kayak lagunya Endang S Taurina (ok.. ini kakaknya Ratih Purwasih) lagi gimana?

I don't really mind sik kalau abis ini si Miwir mau kecil2 hati atau gimana ke gue.. Temen gue alhamdulillah ada banyak. Kalau masih mau temenan ya hayok. Kalau nggak ya udah. Yang pasti gue bisa milah-milah mana urusan temen dan mana yang urusan bisnis. 

Kalau menurut kalian gimana, para pembaca yang budiman dan budiwati?

How Do You Talk to an Angel?

Scene 1: Di bagian mainan anak-anak. Tiba-tiba ada anak yang kira-kira umur 4 tahunan langsung teriak. "Mau yang ini!!!!" ...