Sunday, February 1, 2015

Anakku Menangis...



Bukan. Bukan karena dia kalah.
Yup, si Sulung hari ini ikut turnamen taekwondo. Baru pertama kali.
Yup, si Sulung ikutan ekskul Taekwondo di sekolahnya. Dan baru 6 bulan join.

Dia nyerang.
Dia bertahan.
Dia kalah.
Tapi memang hari ini belum waktu yang terbaik bagi dia untuk memang.

Gw bisa liat wajah kecewanya. Bisa gw rasain. Tapi dia gengsian, kayak gw. Dia tunjukkan ke dunia kalau dia fine. Gw bisa ngerasain energi yg dia keluarin untuk bisa ngumpetin perasaan dia yg sebenarnya.

Di mobil.
"How do you feel, kak?"
"Gapapa.." katanya...

Terus gw merantaikan ucapan...
"Kamu ngerasa apa? Kecewa? Gemes?
IT'S OK! What you did was great!

Lawan kamu, lebih berpengalaman dari kamu. Dan kamu bisa bertahan ngadepin serangannya tanpa kamu harus tersungkur atau ngebungkuk2 kesakitan. I was so amazed by that. I just knew that you were that strong!

I knew you will do your best.. I believed in you... tapi tadinya mama takut apa kamu bisa bertahan.. because i saw peserta2 lain ada yg sampai tersungkur, berdarah2, kesakitan. I just knew. And you were awesome!"

Katanya...
"Kakak itu gemes ma.. kakak kecewa. Kakak itu lupa blocking.. kakak tadi itu mau kasih bla bla bla.. *lalu dia ngomongin istilah2 taekwondo yg gw nggak ngerti*"

Lalu mulut gw bersuara lagi...
"It's OK kalau kamu kecewa. That's normal. Perasaan normal kalau orang kalah adalah kecewa. Mana ada orang kalah terus dia loncat2 kesenengan dan langsung sujud2.

It's normal untuk kecewa. Tapi jangan kelamaan. Because you have to get up. You have to turn it into perasaan gemes.. so you can do better next time.

One other great thing you did was... kamu nggak menggunakan luka parah di telapak kaki kamu sebagai salah satu faktor yg bikin kamu lemah. Because you were so focus to do the best. Not everybody can do that.

I saw a mother with her 3 sons yang ikutan lomba. Mereka kalah semua. Ibu dan anak sama2 cari kesalahan.. yang lawannya yang lebih tinggi laahh... yang lawannya nggak seimbanglah.. Tapi kamu nggak begitu.

You know what I prayed to Allah today? I didn't ask for you to win this tournament. I asked to Allah to give a great experience for your life. And what you had today was a great one. Because you already a winner, sayang. And I'm so proud of you!"

Lalu sambil nyetir gw pun nengok ke si Sulung..
Dia menyeka air matanya. Dan ambil tissue untuk lap ingusnya..
Anakku menangis.

I smile. And had a thought. Maybe I can be a good taekwondo coach.

No comments:

Post a Comment

Si Entong (Harus) Kerja

Punya anak banyak, membuat saya dan suami punya 'gaya' tersendiri dalam mendidik anak-anak kami. Sejak kecil kami nggak membiasak...