Sunday, December 28, 2014

Clock is Ticking



We have this new clock hanging on the wall. It took me 1 second just to decide to buy it. Because I need it. Didn't consider about the size, etc.

Melv: wow.. bagus ma jamnya..
Marsh: *no comment*
Najmah: I like it, mommy

Then came the 3rd kid. Who had the same opinion as me when seeing that thing on the wall:

Marvell: "Ahahahahaha... it's funny mom! That clock is too small for the big wall!! "

Friday, November 21, 2014

Money Marvell

Twinster hari ini ulangan susulan Matematika. Tentang uang.

"Mommy...mommy.. kata Bu Rita, aku kalo tentang uang, jawabnya cepet banget. Tapi kalau yang lainnya tentang bilangan-bilangan, aku jawabnya lama"

Dan memang cepet banget sik dia jawabnya... apalagi pas praktek pake uang monopoli..

Anak itu adalah Marvell.
Dimana kayaknya darah Minang mengalir lebih kental di dalam tubuhnya.

Untuk urusan uangnya dia, ini anak hafal banget uangnya ada berapa, jumlah lembarannya berapa dan berapa terakhir kali emaknya minjem uangnya.

Pernah suatu hari Big Mommy minta Eha ke pasar. Dan Marvell maksa ikut. Dia mau ikut belanja katanya. Abis itu mau ke Indomaret.

"Tapi jangan belanja mahal2 yaa.. mbak Eha bawa uangnya nggak banyak" kata Eha.

"Nggak kok.
Aku cuman mau beli selotip. Sama gunting.
Gpp pakai uangku dulu aja.
Harga selotip 10ribu.
Gunting 5ribu.
Jadi 15ribu.
Jadi Mommy hutang ke aku 15ribu ya.
Mom... mommy?? Mommy hutang ke aku yaa.. jangan lupa dibayar ya Mommy.."

Lhaaa ya gw sewot setengah ngakak jadinya...

"Ini apa yaaa... kamu belum juga ke pasar tapi kok aku udh punya hutang aja? You better not going ke pasar deh yaaa.. 😄"

Sambil nyengir dia bilang:
"Ya udah.. ya udah... aku ke pasar aja dulu"

Friday, September 12, 2014

Amin...



Di atas langit masih ada langit..
Di bawah tanah yg kita pijak, masih ada lapisan2 tanah lagi..

Pagi ini ya Allah.. ketika hamba mulai membuka mata..
Hamba akan berusaha sekuat tenaga untuk belajar mensyukuri rezeki apapun yang Engkau berikan.
Untuk hamba.
Suami hamba.
Anak-anak hamba.
Orang tua hamba.
Amin.

I Love Singing, Mom

Kmrn pulang sekolah, seperti biasa tiap anak pada report ke emaknya.

Salah satu anak:

"Mom, aku dimarahin banyak guru hari ini dan kemarin kemarin"

Gw tanya dong kenafaaa..

"Karena aku nyanyi mulu pas pelajaran.."

Emak yg bijak pun bilang: don't sing during the class dong sayang. Wait until the lunch break.

Kata dia...
"What can I say, mom. I love singing. Aku itu suka banget nyanyik. Aku nyanyi 'you got something i need....' "

Emak yg katanya bijak pun bilang:
"Well.. what can I say, son! It happened to me too when I was in school".. 😄😄😄😄😄

Marvell (lagi). Anak itu adalah Marvell (lagi).

Boleh Tidur Dulu?

Kemarenan malam itu hampir kena tipu anak sendiri. Di tengah lagi meeting jam 19.00, dia nelp...

"Mommy, aku ada PR Aritmatika banyak sekali. Halaman 11 sampai 13. Susah sekali Mommy.

Karena banyak dan susah, boleh nggak aku tidur dulu..... *disini gw hampir meng-iya-kan*... sampai besok pagi?"

Marvell. Anak itu adalah Marvell..

Tuesday, September 2, 2014

Random Marvell





Ngobrol sama si no.3 kudu siap siaga. Karena dia ahli banget lompat2 topik. Kalo loe meleng dikit, loe bisa nggak ngerti dia ngomong apaan. Dan akan berakhir dengan kalimat:

"Gimana? Gimana? I don't understand.. "

Then you have to face the lil boy yang akan dengan gembiranya mengulang cerita lagi.

This conversation I had yesterday:

Marv: If I go to Skipjack (*SteakHouse*) I want to order Grilled Chicken.

Me: If I go to Skipjack, I definetely will order the steak

Marv: The grilled chicken is the best, mom

Me: yeah.. because you're a chicken boy

Marv: No!! Kinan (*his classmate*) is the chicken boy!

Me: and why is that?

Marv: Because he always say "ayam"... "ayam"... I am the duck boy

Me: why?

Marv: because I always say "bebek".. "bebek"..

Me: *huh??*

Marv: In the class, Ms. Dian was angry with me..

Me: why?

Marv: Because my pencilcase fall down... and I said "bebek"..

I took it.. and fall down.. and I said "bebek"..

And fall down again.. and I said "bebek"

Me: Hahahhahahaha... she was angry at you because you said bebek... hahahhahaha

Marv: NO!! She was angry because of the fall down! The noise..!!

======

Hhhhhhhhh..... yeah right!

Monday, September 1, 2014

You Complete Me -- Happy 8th Birthday Twinster



That day when you were happily dancing in the rain..
You reminded me how to always have fun in every stage of life..

Dear twinster..
Please be informed that you complete my motherhood.
Your existence right when you were there in my tummy, just raise my strength level by level..

The worries I had when I knew I was carrying twins, gone in a snap just when I saw you grew inside of me..

All the pain when I delivered you, it was just your way to make me a stronger mother.

It is you who's teaching me about patience.
It is you who's teaching me about wisdom.
It is you who's teaching me about being well-organized.
Most of all.. it is you who's teaching me about life.

Happy 8th birthday my twinster Marshall and Marvell.. Syafiq and Syauqi..
You have to know that my love for you will never end..
My love for you will always grow..
And no matter what you do.. what you'll become.. what you'll achieve..
Mommy and Pa will always be proud of you.. no matter what!

Keep rising and glowing my sons.. for I will always be by your side. Always.

Nobody perfectly loving you than your Mommy and Pa..

Saturday, August 30, 2014



Took the eldest to school this morning. Karena ada kegiatan Pramuka. Jam 7 - 9 pagi..

But we were too early. I said to my son, kayaknya kita kepagian deh nyampenya..

Then he said:
Gpp ma.. kayak yang dibilang orang2 di Inggris ma.. Better 1 hour earlier earlier, than 1 minute late..

"Wow.. thanks son for the reminder. I will put that in my head. Tx again" I said to him..

Semoga orang2 Indonesia juga bisa mengadaptasi motto ini yaaa...

Thursday, August 7, 2014

To All of You from 37th y.o Lady

Baru bisa selonjoran di rumah dan menikmati timeline...

Dear my family and all friends.. di Path, Facebook, chat...

I don't know what the good things I've done to deserve all the great birthday wishes from you. Rejeki teman baik seperti nggak putus2 utk sayah yang penuh dosa, nyinyir dan blak2an ini...

Terima kasih banyak atas ucapan ulang tahunnya yang menghibur kalbu..

And to all my besties.. ini jujur yaaa.. dada gw sesak penuh haru dan mata gw memanas nahan air mata dengan ucapan kalian yang menyebutkan gw 'Super Mom', 'Super Woman', 'Super Wife' dll.. dll...

YOU MADE ME FEEL WONDERFUL disaat gw hampir melow ultah pertama kali tanpa suami di 14 thn terakhir ini dan fisik sedang nggak sehat..

Love you all my family and friends. I'm sure I never be lonely in my life because I have you...

Sunday, July 13, 2014

Anak Pendiam krn Pengaruh Gadget Sejak Dini



Ada info yg tadi sempet gue baca di Tabloid Nova. Ulasan mengapa anak beraninya 'heboh' di SosMed. Ini kejadian yang sering ada di sekitar kita lho.

Gw rangkum sedikit tulisannya Hasto Prianggoro di Tabloid Nova (Beraninya "Heboh" di Media Sosial) yaaa...

Anak akan sangat berkicau di Sosmes ketimbang di dunia nyata kalau bertemu temannya. Walaupun anak gue belum mulai bersosmed, tapigue cukup sering ngeliat kejadian ini. Jangankan anak, orang dewasa aja juga gitu kok.

Sering terjadi seorang anak yang sangat lucu berceloteh di Sosmed, tapi ketika bertemu dengan teman sosmednya di dunia nyata, eehh malah diem2an..

Adib Setiawan, M.Psi, seorang Psikolog di www.praktekpsikolog.com, menjelaskan.... itu terjadi karena anak terlalu sering atau terlalu lama menghadapi 'benda'.. dan nggak terbiasa berkomunikasi dengan orang langsung.

Anak2 yg terlalu dini bersentuhan dengan gadget, besar banget kemungkinannya akan tumbuh menjadi anak yang pendiam, pemalu, nggak punya temen.. malah bisa menjurus ke anti sosial. Padahal sifat dasar anak adalah banyak bicara, percaya diri, dan banyak nanya kaann...

Kalaupun mau dikenali dengan gadget, sebaiknya sejak SMP... katanya Mas Adib lho yaaakk.. Soalnya kan diusia SMP ini anak udh mulai bisa mengontrol diri (kalo ini kata gue) dan dengan pengawasan yg benar, pengetahuannya juga akan meningkat melalui gadgetnya

Untuk anak2 SD sebaiknya dikenalkan bahwa fungsi HP itu adalah untuk menelepon. Berkomunikasi dan berinteraksi lewat telepon. Jadi penting banget utk anak2 SD nggak dikasih gadget secara berlebihan. Fokus di komunikasi langsung dengan sekitarnya.

Seorang anak yg terlatih berkomunikasi dengan baik, emosinya akan lebih matang. Secara psikologis ini akan lebih sehat krn hubungan dengan ortu, keluarga dan teman2nya bakalan hangat dan akrab.

Wednesday, June 11, 2014

Just Another Smoker



Wanita ini lagi asik ngerokok pas gw dan 4 anak gw dateng ke toko di sebrang tempat dia duduk. Lantai 3 Plaza Semanggi. Full AC.

Gw tanya ke pemilik toko tempat anak2 install games DS. Apa emang boleh ngerokok di lantai ini. Katanya nggak bisa. Udara aslik terasa pengap banget.

Dan gw liat Marshall, anak ke2 gw yang alergi asap rokok. Lalu dengan baik2 gw bilang ke cewek ini..

"Mbak, maaf rokoknya mbak. Sampek kerasa pengap kesini. Kasian anak2 saya. Alergi asep rokok. Maaf ya mbak.." sambil senyum.

Dia nggak langsung matiin rokoknya. Dia nanya ke pemilik tokonya sambil masih ngisep rokoknya:

"Emang nggak boleh ya ngerokok disini?"

Kata yg punya toko: sebetulnya nggak boleh.. tapi biarin aja..

Terus si cewek ngeliatin gw. Dan gw liatin balik. Gue liatin terus. Kali ini sambil nggak senyum.

Akhirnya dia matiin rokoknya.

Thank you mbak..
From me,
Emak2 berbintang Leo.
Shio ular..
Lagi menstruasi pulak.
Dan lapar.

#DontMessWithMeWhenImPeriod

Wednesday, June 4, 2014

Indonesia Bersih versi Marvell



We had this morning talk in the car..

Marvell: mom, ada fotonya Prabowo *nunjuk billboard di pinggir jalan*

Me: yes.. but I'll vote Jokowi.

Marv: No mom.. Jokowi itu harus jadi gubernur Jakarta. Karena jadi presiden itu harus bekerja keras.

Sampai disini gue mikir tumben banget ini anak lagi 'lurus'.. ahahahhaa.. he got this strong opinion pasti dari MaMer a.k.a Mama Mertua gue deeh...

Sampai akhirnya dia lanjut..

Marv: karena jadi presiden harus bikin Indonesia bersih. Harus sapu-sapu halaman, mom...

Pwahahahaa... see? I knew it!! 😂😂😂😂

Tuesday, June 3, 2014

Between Life and Death: Happy Bday, Son..



Yes it was..
It was really between life and death when I gave birth of you. The full story is here
But it was sooo worthed compared to what came to my world afterwards.
My son with smart brain. Good-looking. Talented. You almost can do everything. Almost :P
You are our first treasure. The second great creatures that I fell in love with.
You messed my head with huge yearning everytime I went off to work.

You were my first trial and error for my parenting. My motherhood. But you.. it was always you who made those trials came out with success. It was never me, son...

Now.. today.. you're having your 12th birthday. And after all those 12 years.. I never forget every cherish moments we had.

I know I have a great son when you said to me this morning...
"I just want your prayers, ma.. so that I can go to Public School for my Junior High so you don't have to spend much money"..

All I can replied was "amiin.. I love you, Son.. and I'm sorry if I was too hard on you" and held back my tears..

I hope Allah will always guide and protect you, my dear Melvyn..
Keep shining and glowing in your life..
Always be grateful for what you have..
Be humble always as Allah is always there to guide you..

Happy birthday, Son..
And I will make sure you'll read this.

Lotsa love,
Mommy

Friday, May 30, 2014

Be The Master.. for Yourself


Tadi malem gue nonton Master Chef US. Yup. Ngikutin si sulung lagi. Harus gue akuin bahwa tontonan si Sulung itu lebih berbobot daripada tontongan emaknya :P

Dan.. I was amazed ngeliat salah satu kontestan Natasha yg diberi gambaran bahwa dia akan tereliminasi. Dan gue sukaakk banget dengan gayanya ketika dia bilang:

"I'm not ready to go back"

Sangat percaya diri.
Sangat keukeuh.
So genuine.
Sangat asli dari dalam diri dia sendiri.
Nggak sandiwara. Nggak acting.

Didikan ortu luar negri memang ada yang patut kita tiru. Bagaimana mereka fokus membimbing anak2 mereka utk menjadi anak yang percaya diri. Apa adanya. Menjadi diri sendiri. Ekspresif.

Hal2 tersebutlah yang juga gue terapin ke 4 krucil gue dirumah. Semoga bimbingan ini diridhoi Allah. In syaa Allah...

Thursday, May 29, 2014

My Love



While I was enjoying my dinner, my clown boy, Marvell, came to and said..

"Mom, i have present for you.."

"What's that?" I replied..

"My love.."..

How many times do I have to tell the world that having my kids made me feels like in heaven no matter where.

#100HappyDays #YoHappyDays #Marvell

Dear (Bad) Smokers with No Brains

Agak sadis emang judulnya. Tapi gue menulis ini bukan gue tujukan untuk teman2 gue yang perokok. Karena gue tau mereka adalah para perokok with good attitudes. With smart brain.

Dan kalau misalnya pada akhirnya loe tersinggung, itu artinya loe menggolongkan diri loe kepada kategori perokok with no brain.. The choice is yours, my friends..

Gue baru aja balik dari makan bakso di daerah Tebet. Bakso Gondrong namanya. Tempatnya di pinggir jalan. Cuman pake tenda doang. Open space. Gue nggak sendirian, tapi ditemenin salah satu anak zombie gw, Rizal.

Ketika santapan bakso gue hampir habis, datenglah 4 orang. Berikut deskripsi gue tentang 4 orang ini, seingatnya gue.. in syaa Allah

Laki2 pake kaos biru. Kurus. Nggak terlalu tinggi. Kulit kuning langsat.

Laki2 pake kaos putih. Badan besar dan tegap. Lumayan tinggi. Kulit coklat gelap. Pipi penuh jerawat dan bekas jerawat. Rambut cepak macam tentara.

Laki2 ketiga. Gue nggak melihat tampilannya. Dia duduk sebaris sama gw, jadi gue nggak sempet liat perawakannya.

Cewek yang tampilannya ibu2 muda. Dengan pakaian serba ketat ngejepletet. Gemuk. Kulit wajah putih pucet macam abis perawatan dokter.

Selama mereka makan, si laki2 kaos putih lebih banyak ngobrol sama si cewek. Si kaos putih ngocehin ttg seseorang yang lagi menggalang kerja bakti membetulkan rumah. Dan betapa si kaos putih itu 'enek' liat muka si seseorang itu. Yang cewek ngeladenin ocehan si kaos putih. Yang 2 laki2 lainnya cuman anteng nikmatin bakso.

Gue nguping? Oh tidak. Suasana di pinggir jalan raya itu lumayan sepi krn hari libur. Dan si kaos putih itu ngobrolnya dengan suara yg cukup lantang sehingga membuat orang2 yg semeja dengan dia bisa denger obrolannya.

Ketika bakso gue habis, gue dan Rizal memang sepakat untuk nggak langsung beranjak. Karena gue mau beli es podeng dulu.

Gerombolan si kaos putih pun kelar makan baksonya. Ketika gue lagi ngobrol sama Rizal, gue ngerasain asap rokok masuk ke dalam kerongkongan gue. Dan ketika gue liat, si kaos putih dan kaos biru lagi ngerokok. Dan ternyata si cowok ketiga pun ngerokok juga. Kalau si cewek ngejepletet gue nggak tau deh. Karena nggak keliatan.

Seperti biasa, gue langsung bersuara. Dengan nada baik2 gue berucap..

"Maaf mas, asap rokoknya ke arah saya"
Seumur hidup gue ketika gue mengucapkan ini kepada pria yang merokok, alhamdulillah mereka selalu beranjak mengubah posisi, atau malah beranjak pergi menjauh. Kadang disertai ucapan "maaf..." kadang juga tidak. Tapi nggak masalah laah. Yang penting mereka merespon keberatan gue...

Gue lihat si kaos biru langsung mengubah posisi duduknya sedikit dan menggerakkan tangannya ke bawah meja. Sehingga asap rokoknya nggak terbawa oleh angin ke arah gue.

Tapi si kaos putih?
Dengan dagu diangkat keatas. Kedua tangan bertumpu di meja sambil ngetik2 blackberrynya dengan sebatang rokok terselip di jari2 tangan kanannya.

Nggak mungkin dia nggak dengar gue ngomong. Karena posisi dia duduk, lebih dekat ke gue dibanding si kaos biru. Lalu gue bersuara lagi..

"Mas??"

Dan dia menjawab..
"Ini diluar ruangan bu, jadi bebas"

Disinilah gue bisa bilang, dengan badan sebesar dan setegap itu, laki2 ini bisa dibilang nggak punya otak. No Brain. Apa karena loe sedang diluar ruangan, loe bebas ngerokok seenaknya? Jadi karena gue nggak ngerokok, gue nggak berhak untuk bernafas lega tanpa asap rokok?

Untuk kalian para perokok yang berpikir seperti ini, sadarilah bahwa rokok sudah menggerogoti otak kalian juga.

Apakah gue diem aja? Oh tentu tidak. Gue masih punya otak yang mampu memberikan perintah kepada diri gue untuk bersuara dan membela hak gue.

"Iya, tapi bukan berarti mas bisa merokok seenaknya kan"

Si kaos putih tetap diam dengan posisi semula. Gue tetep ngeliatin dia. Sedetik. 2 detik. 5 detik. 10 detik. Lalu gue bersuara lagi.

"Mas, saya meminta dengan baik-baik lho ya.."

"Iya, sebentar..." masih dengan gayanya semula.

2 detik kemudian dia bilang "mas, berapa semuanya..". Dia nanya ke tukang bakso.

Mata gue tetep melihat tajam ke laki2 nggak tau malu ini. Sementara 3 orang yang lain nggak bersuara. Termasuk si cewek ngejepletet.

Ketika mereka sudah membayar baksonya, dan mereka berjalan ke arah kanan menuju mobil mereka, si kaos putih menyempatkan berseloroh ke gue..

"Kalau mau bebas asap rokok, makan di restoran aja bu.."

Betapa gue mau tertawa kasihan ke laki2 itu. Sudahlah otaknya nggak berfungsi utk berpikir, dia merendahkan kastanya sendiri. Dia lho ya yang menciptakan kasta bagi dirinya. Artinya perokok seperti dia tempatnya memang makan di pinggir jalan. Dan orang2 yang nggak suka asap rokok seperti gue, tempat makannya di restoran nyaman. Dia pikir gue akan diam mendengar ucapannya. Ah.. dia nggak tau bahwa ibu empat anak ini ada internal toa mesjid di dalam perutnya 😁😁😁

Gue pun berujar lantang..
"Bukan saya yang ke restoran, tapi kamu yang harus tau diri kalau ngerokok"

Dan si kaos putihpun hanya mampu mengulang:
"Ke restoran aja sana.."

Dan ketika si cewek ngejepletet udah mendekati pintu mobil.. seketika itu juga dia berusaha jadi pahlawan kesiangan buat temannya. Dia pun teriak. Dan tentu aja gue nggak gubris. Karena dia bukanlah sumber masalah bagi gue..

"Heh buuu... ke restoran aja sanaaaa"
Yup.. cuman sekedar peramai suasana aja dia memang. Mungkin supaya nanti dia terlihat ada andil di mata temennya itu. Kasian memang.

Si kaos putih masih menyempatkan berujar dari samping mobilnya:
"Ini diluar.. jadi ke restoran aja sana"

Dan penutupan dari gue adalah:
"Nggak.. kamu yang pake otaknya!! Mau mati jangan ajak2 orang.."

Sangat nggak masuk di akal melihat tabiat orang yang kayak gitu.
Perbuatannya mengganggu orang sekitar. Dan ketika dibilangin baik2, ngototnya seolah2 seperti orang yang haknya harus didahulukan dari orang lain.

Sama aja kayak ketika loe lagi pake payung diluar. Lalu payung loe itu nyenggol muka orang. Lalu orangnya kasih tau loe bahwa payung loe mengganggu dia.

Apa loe akan bilang "ini diluar.. kalau nggak mau kena payung.. ke mall aja sana.."

Eh.. pas nggak sik analoginya? :P

Jadi...
Gue pribadi nggak ada sentimen tersendiri kepada para perokok. It's your choice. Orang-orang terdekat gue juga banyak yang perokok kok. Tapi mereka cukup tau bagaimana menghargai orang lain di sekitarnya. Mereka sangat tau bagaimana merespon keberatan orang2 di sekitarnya.

Gue nggak tau apakah memang banyak Brainless Smokers seperti si kaos putih diluar sana? Semoga nggak. Kalaupun banyak, semoga mereka tau bakal banyak orang2 seperti gue yang akan bersuara lantang atas tabiat buruknya itu.

Gue yakin.. walaupun si kaos putih segitu ngototnya tadi dan dibantu pemandu soraknya, di dasar hatinya pasti dia malu. Dan semoga hati nuraninya bisa menggerakkan otaknya untuk berpikir, bahwa kejadian spt tadi jangan sampai terjadi lagi. Bahwa lain kali ketika dia merokok dimanapun dia berada, dia harus tau bahwa asap rokoknya jangan sampai mengganggu orang2 di sekitarnya dia. Dia harus merespon dengan baik keberatan orang akan asap rokoknya.

Apakah ada yang pernah mengalami hal yang sama seperti gue? Atau mungkin lebih buruk?

Friday, May 23, 2014

Self Reminder from BBC Knowledge

Ngikutin si sulung yang lagi nonton BBC Knowledge. Acaranya "Travel's Place To Be". Kali ini hostnya dateng ke Jakarta dan meliput pekerjaan seorang tukang sampah.

Then came binman's wife bicara. Dan The Kairupan mendapatkan selfreminder yg luarbiasa..

"Kalau dibilang susah, ya hidup kami susah. Anak juga harus sekolah. Mau saya sih supaya anak saya nggak kayak bapaknya. Masalah uang, memang harus dicari.

Kalau masalah bahagia, saya bahagia menjadi istrinya. Karena dia berusaha keras memenuhi kebutuhan saya dan anak saya. Dia sama dgn manusia lain. Orang yang harus bekerja dan harus dihargai. Saya....." lalu si istri menangis..

Hostnya pun menangis sesudah mewawancara si suami. "He's a great man. I can't do what he does"

Maasya Allah...
Masih banyak orang2 luarbiasa yang mungkin secara nggak sadar kita rendahkan. Gw diingatkan lagi utk selalu melihat kebawah. Bersyukur dengan segala sesuatu yang gw punya.

I love you my husband. Thank you for this kind of life you provide me..

Mothers are the Best Actors



Here's another thing that man can hardly do. Being the actor for the kids.

Days without husband is never an easy ones.
Now I know what my mother felt.
What she struggled in her youth with her 4 kids.

I myself is not a kind of person who can do long distance relationship. My dear husband and I never been apart for a very long time.

He spoiled me from the very first time we met.
He adores me for every single inch of my body.
He pours me with his love and tenderness.
Every second. Every minute. Every hour. Every day.

He's doing the same with our kids.
And for that all of our kids fall in love with him.

And now he's not around.
It's not easy for the kids.
It's not easy for me. Never.
I cry outloud. But only can do it in the inside.
I have to be strong for the kids.
I have to share my laughter for the kids.
I have to cheer them up.
I have to make them laugh.
I have to make them feel safe with me. Their mother.
I have to do that. For my kids.

You can say I'm exaggerated.  Say what you want to say.
But I guarantee you'll feel the same way if you have a husband like mine.

So...
I put my happy mask on.
I put my iron woman uniform.
I read my script carefully. Script of playing my role as a mother.
And be the best actor in this situation for the kids.

Oh heaven yeah..
Mothers all around the world are the best actors.
For every single circumstances.
And my greatest respect to all single mother in the world. You're the top of the list of best mothers.

I miss you, my husband.

Sunday, May 18, 2014

Naughty Wish

Marv: I wish you have another baby mom

Me: what?? Noo!! That's a naughty wish..

Marv: it's not. Have another one.

Me: Having 4 of you is enough. I have the smart, the sweet, the clown, and the beautiful one..

Marv: kurang satu! The cute one!

Terus dia lanjut main DS...

Monday, March 24, 2014

DON'T LET THEM, SON..

Just wanted to share my motherhood words with you guys... Ini kejadiannya sik kira2 bulan lalu yaa.. tapi gw lupa muluk mau share.

Berawal dari pembicaraan rutin after school sama anak2. Si sulung bbrp hari terakhir itu selalu ceritanya sama. Si A selalu ngata2in dia.

One thing I checked. Always.
"How do you feel, son?"
Jawabannya si kakak masih nggak mengkhawatirkan sik.
"Kakak bales lagi ma."
"Kakak ejek lagi ma."
"Kakak balikin lagi aja ma."

The next thing I checked. Always.
"Do you know why is that friend did that to you?"
Jawabannya juga selalu meyakinkan.
"Yup. Because that friend is jealous of me"

Ow.. sekiranya loe penasaran si A ini suka ngatain apa aja. Kira2 si A (yg akhirnya ngajakin si B) ini ngatain anak gw:
Loe jelek..
Nilai loe cuman segitu..
Dan omongan2 ngeremehin lainnya.

My son. He's still a kid.
Walaupun dia anak yang full confident, but kid is still a kid. Dengan tembok pertahanan yang masih gampang roboh. Dikit.

Suatu pagi gw liat si sulung males sekolah. Bilangnya sakit perut. Tapi insting gw mengatakan lain. Walaupun bapake lempeng percaya anak ini sakit perut.

Gw tanya ke Melvyn. Are you okay?
Mukanya ragu. Gw lanjutkan bilang: I know your stomach is fine. And you know you can tell me everything kan?

Wajah si sulung keliatan sedihnya. Dia lalu cerita bahwa dia males sekolah. Karena diintimidasi oleh si A dan si B. Kalau hanya dingoceh2in sampah mungkin Melv akan tetap biasa aja. Tapi temannya ini mulai ngajakin yang lain untuk musuhin dia.

My kid is still a kid. Walaupun dia punya emak yang setegar gunung es 😝 but he's still a kid. And then this is how the conversation went..

Me: do you still know why he did that kan? *Melvyn mengangguk*

Do you know why dia ngajak2 yang lain utk musuhin kamu? *Melvyn diam*
Because he is frustrated he can't beat you. He needs other people to bring you down. Because why? BECAUSE YOU ARE TOOOOOO GLOWING, my son.

Kalau kamu pikir kamu akan mengalami hal seperti ini cuman sekali ini aja.. YOU ARE TOTALLY WRONG. You'll face it for the rest of your life. This is just the beginning.
And why is that? BECAUSE YOU ARE TOOOOO AWESOME. Some people can't stand it.

Look at you. Handsome. Pintar. You are the Kairupan's son. They don't have cool family like yours. Cool parents like yours. Si A is dying to have your life.

And the only thing you can do is... face them. Don't let them think that they win. Don't let them see you down. Chin up, sayang. You are Yonna Kairupan's son. All you have to do is to win the battle.

Is Ravi (sahabatnya dari TK) still with you on this? Atau ikut2an?

Melv: Ravi nggak ikutan ma. He's with me.

Me: and do you still remember when you were on 5th grade.. you said that you don't mind kalau nggak ditemenin oleh bbrp temen yang nakal.. as long as you still can have a good times with your good friends. Do you remember that? *Melvyn ngangguk*

Mungkin kamu kmrn ini berasa seru waktu sempat main sama si A dan si B. Karena mungkin yang kamu alami agak beda suasananya. Jokesnya. Ketawa2nya. But that wasn't true. Fake. What you have with your bestfriends are the real ones.

You are not jelek. You are not stupid.
Siapa yang sering mewakili sekolah utk lomba, nak? Kamu. Bukan dia.
Siapa yang sering bawa piala pulang dari sekolah nak? Kamu. Bukan dia.
Siapa yang belajarnya santai banget tapi hasilnya bagus nak? Kamu. Bukan dia.
Siapa yg beberapa kali masuk TV, nak? Kamu. Bukan dia.
Siapa yang kegiatannya selalu seru nak? Kamu. Bukan dia.
And I hope you can see clearly where the jealousy came from. *Melvyn ngangguk. Mulai tersenyum*

Tapi...
Diluar itu semua, tetap kamu harus introspeksi diri. Perbaiki diri. Mungkin cara bicara kamu harus diperbaiki. Harus selalu tetap down to earth...

Mereka yang ngoceh2.. diemin aja. Atau balas lagi dengan becanda kayak yg mama ceritain ttg caranya Kak Ijal. Tapi kalau mereka mulai fisik, kamu benar2 harus melawan. Can you do that for yourself?

Melv: iya ma..

Me: so.. are you ready to face them? Do you think you can handle this thing?

Melv: YES ma..

Lalu Melvyn meluk gw kenceng. And I said to him.. "try to handle this by yourself. Kalau mentok, then your BIG Mommy will help you. I'm gonna have this mom-to-mom conversation.

Lalu Melvyn mengangguk.

Besoknya ketika pulang sekolah, gw tanya ke Melvyn gimana keadaannya dgn teman2nya. Dan dengan nada riang si sulung laporan.

Si B nggak ngoceh2 hari ini Mom.
Si A tadi ngatain kakak. Tapi dibales lagi sama Ravi..

See? A real bestfriend will always stang by your side. Just.. dont let those bad ones bring you down, son...

Sunday, March 16, 2014

Cewek atau Cowok?

Just happened tonite.. it really made my face red.. the mixture of pissed off and wanting to laugh 😁

Me: latihan lagi soal matematika yaaa

Marvell: ok

Me: ayah mempunyai 5 kandang hamster. Tiap kandang berisi 2 hamster. Bera.... *langsung disela marvell*

Marvell: hamsternya cewek cowok?

Tuesday, February 25, 2014

Hey Mommy...

Tiap abis jemput krucil, pasti ada sesi ngoceh2 per anak. Dan ini dari Marvell:

"Hey Mommy, sebentar lagi kan papa ke Bali.. Jadi Mommy kalau mau kemana-mana ajak anak2nya dong Mommy.. Like when Mommy mau pergi ke Carrefour nanti sore beli raket, anak2nya diajak.."

Jeeuuhh... ogaaaahh... berat di kereta belanjaannyaaahh :)))

Wednesday, February 19, 2014

Hanya 1 Orang di Dunia

Hanya ada 1 orang di dunia.
Anak yang makan nasi, pake gulai ayam, dan KUE NAGASARI dalam 1 piring. Dan HABIS!!

Itu adalah anak gue.
Kalo loe nebak Marvell, you really know my kids so well.. :*

Dia pun bilang: enak mommy.. rasa KAKINAGAnya kayak pudding..

Friday, February 7, 2014

How I Value Myself..


(Tulisan versi bahasa Indonesia-nya ada di bagian bawah yaa)

This is how I value myself..
Positive people will see it like 'it's true, Yonna.. I feel the same way'..

Negative people will see it like 'songong banget loe! Astaghfirullah.. sombongnya! Hidih... pingin banget tampil! Sialan.. ngambil alih kerjaan gw!' Or another negativities…

But the main reason I write this is for the great reminder for myself when the storm comes :)

Let me shoot now..

I don't have a big house..
But I have a great husband with a big heart.
And that's why I don't care about other's wealth...

I don't have much money..
But I have 4 wonderful funtastic kids who will always fulfill me with joy and happiness.. Allah always fulfill what we need because I have them beside me. That's a lifetime guarantee. In syaa Allah.
That's why I don't care about other's big fat wallet..

I don't have a luxurious car..
But I have the best assistant in the world so I can keep running here and there doing my own things...
That's why I don't care about other's sparkling 4 wheels..

I don't have perfect curve body..
At least I did.... :P
But I have a beautiful face ready to smile to my husband and kids.. (every woman is beautiful, right my wonderful readers?)
That's why I don't care about Kim Kardashian's curve.. #LiarDetected :)))

I don't have a good temper..
But I have a great sense of humor to be given to those who deserve it. And.. the bad temper also goes to the ones who deserves it :D

I don't have a fixed steady job..
But I have my brain which can think smartly.. and I have my two hands and Allah provides me with skills in almost everything, which in syaa Allah can make me survive in this world.
Giving the best for those I love the most..
And that's why I don't care about other's good job.. and in syaa Allah I never feel threatened with other's existence.

When people say 'your existence creates problems'..
I would say..
"Screw you! My existence is detecting some pain in the as* people who should be healed or kicking away..so proper actions can be made.. so my surrounding will be cleaned from Mess Makers. Only the good ones remains.

When people say.. 'you bypass my authority'
I would say...
'That's because I saw you didn't do what you should do. I did that for the sake of everybody. Then who's the problem here?? Then be smart! Do what you have to do. Say what you have to say. Be creative! Be pro-active!'

When people say 'you're stubburn! You're stonehead!'
I would say..
"That's exactly one of my strength! That's why I have a strong opinion. I always stand up for my words. Because of my stone-head..I never go where the wind blows. Like most people would do..

When people say 'I pity your hubby for having you..'
I would say..
I'm his best councillor
I'm his best debate partner
I'm his bestfriend
I'm his girlfriend
I'm the mother of his 4 kids
I'm his best commentator
I'm his best reminder..
I'm his joker
I'm his best secretary
I'm his bitch on the bed..
That's why he's having a very colorful life with me. So who you should be pity for? Mine or yours?

When people say 'you're so lucky to have your husband'
I would say..
We are so lucky to have each other. My husband is the luckiest man alive in this world for having me. All those points above can really tell you why.

When people say 'you're not a good mother'
I would say..
I'm a mother to my 4 kids. Not to you. So my kids are the ones who can judge me.
Being a good mother is not my intention..
Make them laugh outloud..is my intention.
Make them happy.. is my intention.
Make them feel safe.. is my intention.
Make them feel comfort.. is my intention
Make them feel secure when they're with me.. is my intention.
Make them the kids with good personalities... is my intention
Make them the kids who will always taqwa to Allah SWT.. is my intention..
Wait... should I name them all? All of my good intentions? :D

When people say 'so many people hates you'
I would say..
And so many people loves me so much. I don't care about those who hate me. They don't deserve my energy.
At least I have my family and my true friends who really care and understands me.. other than that are just accessories..

So.. feel free to judge me..
But whatever your comments are.. it won't change the way I value myself. If you think I'm too arrogant, then please pray for me so that Allah will help me to change the way I am.. Amin.

=============

Gue mau share tentang cara gue menilai diri gue.
Orang-orang yang positif biasanya akan bereaksi: "bener banget, Yon.. gue juga kayak gitu"

Orang-orang yang negatif ya reaksinya bakalan "songong banget loe! Astaghfirullah… sombongnya! Hidih.. pingin banget tampil! Sialan.. ngambil alih kerjaan gue!" atau yang negatif-negatif lainnya..

Tapi alasan utama gue menulis ini adalah sebagai pengingat terbaik untuk diri gue, ketika ada 'badai' datang..

Oke.. gue langsung aja yaa

Gue nggak punya rumah yang besar..
Tapi gue punya suami yang luarbiasa yang berhati besar.
Makanya gue ga peduli sama kekayaan orang lain..

Gue nggak punya banyak uang..
Tapi gue punya 4 anak yang subhanallah luarbiasa.. yang akan selalu ngisi hari2 gue dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Allah akan selalu mencukupi kebutuhan keluarga gue karena ada mereka di samping gue.. Itu adalah jaminan seumur hidup.
Makanya gue nggak peduli sama dompet gendut orang lain..

Gue nggak punya mobil yang mewah..
Tapi gue punya asisten rumah tangga yang paling bagus di dunia.. sehingga gue bisa lari kesana kemari ngerjain segala urusan gue.
Makanya gue nggak peduli sama kereta kuda orang lain..

Gue nggak punya body yang aduhai..
Yaahh… setidaknya dulu pernah laaahh :P
Etapi gue punya wajah cantik yang selalu siap untuk senyum ke suami dan anak-anak gue.. (semua wanita itu cantik yaakk para pembaca yang budiman)
Makanya gue nggak peduli sama badan kecenya Kim Kardashian.. #BoongBanget :))

Gue gampang marah..
Latapi gue bisa ngelucu untuk orang-orang yang emang pantes mendapatkan humor gue.. Dan kemarahan gue yang menggemaskan itu juga untuk mereka yang pantes ngedapetinnya aja kok..

Gue nggak punya pekerjaan yang tetap..
Tapi gue punya otak yang bisa berpikir secara cerdas.. dan gue punya 2 tangan dan Allah memberikan gue kemampuan hampir di semua bidang, yang in syaa Allah bisa membuat gue bertahan di dunia ini. Memberikan yang terbaik buat orang-orang yang gue cintai banget.
Makanya gue nggak peduli dengan pekerjaan orang lain yang cemerlang… dan in syaa Allah gue nggak akan merasa terancam dengan keadaan orang lain.

Ketika orang bilang 'kehadiran loe bikin masalah deh'
Gue akan bilang..
"EGP! Kehadiran gue mendeteksi orang2 konyol yang harus dibenerin atau disingkirin.. Jadi tindakan yang tepat bisa dilakukan. Jadi lingkungan tempat gue berada bisa bersih dari pembuat masalah. Hanya yang bagus-bagus aja yang akan tersisa.

Ketika orang bilang.. 'loe ngelangkahin gue'
Gue akan bilang…
'Itu karena loe nggak ngelakuin apa yang harusnya loe lakukan. Apa yang gue kerjain adalah untuk kepentingan bersama. Jadi yang jadi masalah siapakah disini? Cerdas dikit lah! Lakukan apa yang loe harus lakukan. Ngomong apa yang harus loe omongin. Kreatif! Pro-aktif!'

Ketika orang bilang 'loe keras kepala ya.. loe kepala batu!'
Gue akan bilang..
'Itulah salah satu kekuatan gue! Makanya gue punya pendapat yang kuat. Gue akan memperjuangkan kata-kata gue. Karena gue kepala batu.. gue nggak gampang digoyang orang lain. Gue nggak pergi kemana angin bertiup.. seperti kebanyakan orang2 lainnya..

Ketika orang bilang 'gue kasian deh sama suami loe karena punya loe'
Gue akan bilang..
Gue adalah penasihat beliau yang terbaik.
Gue adalah partner debat beliau yang terbaik.
Gue adalah sahabat beliau.
Gue adalah pacar beliau.
Gue adalah ibu dari 4 anak beliau.
Gue adalah tukang komentar terbaik buat beliau
Gue adalah pengingat beliau yang terbaik
Gue adalah pelawaknya beliau
Gue adalah sekretaris beliau yang terbaik
Dan gue adalah.. his bitch on the bed (ini ga asik soalnya kalo diterjemahin :P)
Makanya suami gue bisa punya kehidupan yang berwarna warni sama gue.
Terus..terus.. yang harus loe kasihani akhirnya siapakah? Suami gue atau suami loe?

Ketika orang bilang 'loe beruntung banget punya suami kayak gitu'
Gue akan bilang..
Kami sangat beruntung satu sama lain.
Suami gue adalah orang yang paling beruntung di dunia ini karena punya gue. Poin-poin diatas udah ngejelasin kan kenapanya.. :P

Ketika orang bilang 'loe bukan ibu yang baik'
Gue akan bilang..
Gue adalah ibu untuk 4 anak gue. Bukan untuk loe.
Jadi.. anak-anak gue lah yang pantas memberikan penilaian.
Menjadi ibu yang baik bukanlah tujuan gue.
Bikin anak2 gue ketawa lepas… adalah tujuan gue.
Bikin anak2 gue bahagia.. adalah tujuan gue.
Bikin anak2 gue ngerasa aman.. adalah tujuan gue.
Bikin anak2 gue ngerasa nyaman.. adalah tujuan gue.
Bikin anak2 gue ngerasa terlindungi ketika bersama gue.. adalah tujuan gue.
Bikin anak2 gue menjadi anak2 dengan kepribadian yang bagus.. adalah tujuan gue.
Bikin anak2 gue menjadi anak yang taqwa kepada Allah.. adalah tujuan gue.
Eh tunggu deh.. nggak perlu gue sebutin semua kan yaakk? :P

Ketika orang bilang 'banyak lho orang yang nggak suka/benci loe'
Gue akan bilang..
Lebih banyak lagi orang yang mencintai/suka sama gue. Gue nggak peduli sama mereka yang benci gue atau nggak suka sama gue. Mereka nggak pantes lah dapetin energi gue.
Setidaknya gue punya keluarga gue dan temen-temen sejati gue yang beneran peduli dan ngerti gue. Yang lainnya cuman penghias aja sik..

Jadi.. silahkan aja menilai gue..
Tapi.. apapun komentar loe, in syaa Allah nggak akan mengubah cara gue menilai diri gue sendiri. Kalau loe berpikir gue terlalu sombong, mohon doain gue aja yaaakk.. Semoga Allah bisa melembutkan hati gue.. dan membantu gue untuk mengubah kejelekan2 diri gue sendiri.. Amin.

Wednesday, January 29, 2014

..LIFE IS GOOD..

Bangun tidur liat rumah bocor. Air mulai masuk dari basement rumah.

Tapi..
Atap rumah masih kuat utk melindungi 7 orang penghuninya dari hujan, panas dan badai..

Tempat tidur yang nyaman buat ditidurin...

Roti pake tumpukan meses coklat dan teh manis hangat buat sarapan..

TV dengan channel2 hiburan bahasa enggris..

Artinya.. masih banyak hal bagus lainnya yang harus gue syukuri...
Jadi gue memilih untuk bersyukur...dan tidur lagi.. #lifeisgood

Monday, January 27, 2014

TOUGH TIME FOR THE KAIRUPAN


Mulai dari tadi malem sampe kedepannya adalah tough time untuk The Kairupan sepertinya :( Apa pasal?

Gini lhoo.. kami itu kan keluarga yang ngeringkel banget yaakk.. Nah tiba2 kami harus menghadapi fase baru. Ayah harus kerja keluar kota selama 6 bulan. Sebulan sekali pasti pulang sik. Tapi tetap aja ini sebuah perubahan yang gede banget buat keluarga kami.

Figur Ayah itu selalu ada di depan mata krucil tiap harinya. Yang sering pergi2 kemarenan itu kan Big Mommy. Nah giliran bapake yang harus away… dan rada lama pula.. jadinya pan rada gagap yaak keluarga kami ini.

Big Mommy bilang ke Ayah tadi malem, bahwa lebih baik diberitahukan segera ke anak2. Soalnya gue concern sama si bontot yang Daddy's Lil Girl banget. Kalau dikasih taunya dadakan takut Najmah nggak bisa handle perasaannya.

Akhirnya tadi malem Ayah ngomong. Big Mommy sempet videoin sik. Tapi masih nggak tega untuk ngupload, karena gue sendiri aja masih sedih banget liat ekspresinya Najmah :(

Najmah dan Marshall yang langsung keliatan sedihnya. Dua2nya barengan ngalirin air mata. Kalau Marvell air matanya cuman ngembeng doang.

Dan nggak berapa lama dia bilang:
"Kalau aku nggak nangis, mommy. Soalnya aku tau kita mau dapat uang banyak.." Amiiiin…

Kakak berusaha banget nahan air matanya. Sampek mukanya merah. Tapi akhirnya nggak tahan juga dia. He's his father bestfriend. So it'll be hard for him too..

Marshall dan Najmah akhirnya meluk bapaknya kuat-kuat. Dan lamaaaa banget buat kami untuk nenangin mereka. Kami emang sengaja biarin mereka ngeluarin semua sedihnya. Malahan saat tidur pun Najmah masih mewek :'(

My heart was broken last nite.
Walopun hati gue rasanya kesayat-sayat liat anak2 sedih yang amat sangat.. gw pan harus keliatan tenang di depan mereka. Ga mau mereka mikir bahwa mereka akan stay sama ibunya yang rapuh juga..

And this morning…
3 krucil Marshall Marvell Najmah mewek di sekolahan. Pas udah di kelas, Marshall malah minta mau peluk papanya dulu sebelum dia mulai belajar. Akhirnya gw minta izin deh sama wali kelasnya.. minta waktu 5 menit buat Marshall ketemu Papanya.

Kebetulan Ayah harus berangkat ke Bali juga hari ini sik.. Hari Rabu udah di Jakarta lagi..

Well.. it's gonna be tuff for the Kairupan. But I know we can make it. Because we are special.. Amiin..

Friday, January 24, 2014

Catatan Buat Gue #1

Satu yang kadang manusia suka lupa.. bahwa ALLAH teramat sangat tahu kapan waktu yang tepat utk menolong kita..

Seandainya kita bisa bawa ini terus dalam hati dan pikiran kita, tidak akan ada khawatir yang menghampiri.. #catatanbuatgue

~today is a great day

Saturday, January 18, 2014

Muslim dan Non Muslim (Harus) Bersaudara

Hari ini Big Mommy lagi on duty as Makeup Artist Special Effect untuk shooting Trans TV di SMA Tarakanita di Pulo Raya. Sekolah Katolik.

Kelar ngedandanin 2 mummi dan 1 zombi, gue dan Ayah mau shalat dzhuhur. Nanya-nanya ke kru Trans TV bisa shalat dimana. Ada yang bilang nggak tau. Ada yang bilang di ruang doa. Itu artinya kami kudu mengeksplor sekolahan keren ini.

Kebetukan SMA Tarakanita ini lagi ada acara pentas seni dan lagi rame banget. Ya siswanya. Ya para susternya. Terus kami nanya dengan salah satu siswa, bisa shalat dimana. Dengan sopan kami diberi informasi. Bisa shalat di ruang doa, di lantai 3.

Begitu sampai di lantai 3, kami nanya lagi. Dengan baiknya, salah satu siswa nganterin kami ke ruang doa.

Ruangannya dingin. Lowong. Dikelilingi oleh bangku2 lipat. Di bagian depan ada meja yang dihiasi patung Bunda Maria dan sebuah lilin gendut menyala.

Nggak berapa lama, salah satu guru datang masuk ke ruang doa. Beliau bilang "sebentar ya bu, saya akan ambilkan sajadah dan mukena".

Subhanallah.
Hati gue langsung adem dan muka gw terpana. Udah dikasih tempat utk shalat yang layak aja gue udh bersyukur banget. Ini gurunya masih mau repot2 ngambilin gue mukena dan sajadah supaya gue dan suami bisa lebih khusyuk shalatnya. Well.. sudah tentu suami gue nggak pake mukena yaaa.. :P





Indah.
Kalau kita semua akur itu indah.
Kalau kita semua mau menghargai perbedaan, hidup kita pasti indah!
Nggak perlu ada perbedaan yang harus dipandang dengan sebelah mata. Pasti indah. Pasti damai.

Gue akan sangat ngerti banget kalo ada yg ngeliat gue dengan aneh di lingkungan sekolah ini. Lha wong gw dengan jilbab sebesar tenda, wara wiri jalan di sekolah yang mayoritas beragama katolik dan ada suster yang seliweran.




Tapi nggak ada tuh.
Nggak ada yang ngeliatin aneh.
Kalo loe bilang ya disana kan banyak juga siswanya yang muslim. Latapi kan pasti akan jarang banget ada orang jilbab panjang yang masuk ke sekolah itu..




Salut gue sama sekolah ini.
Aslik salut banget.
Seandainya kita semua bisa saling menghargai yaaa...
Someday we will... kalau semuanya sudah dewasa.
In syaa Allah..

~fresh from location at Tarakanita Highschool

Monday, January 6, 2014

Kejadian Hari Pertama Sekolah di Semester Genap

Hari pertama sekolah di semester genap ini..
Sebetulnya agak ogah2an siik.. soalnya tadi malem pan The Kairupan pulangnya malem.
Tapi.. mau nggak mau keinginan bolos nggak bisa terlaksana karena si bontot protes. Dia nggak mau bolos. Maunya tetep sekolah aja.

Tadi malem itu krucil tidur jam 11an. Emak bapaknya tidur jam 2 pagi.
Dan jam 6 pagi bapake udah harus meluncur nganter mereka sekolah. Ow maann.. that must be hard.
Just before I put myself back to sleep, I sent this message to my hubby.. 


And ow cwaaappp...
Berat bener rasanya mau ngegerakin badan utk mulain ngerjain ini itu yaa..
Udah coba-coba mancing dengan nulis-nulis semua ide yang ada di kepala, tapi tetep aja badan rasanya kayak nggak punya tulang punggung. Maunya gelendotan sama kasur aja.

Nah..nah..nah..
Begitu pulang sekolah.. dapet laporan dari Bapake.

Marshall tadi bikin nangis temennya Najmah.
Maksud hati si Sweet Boy mau ngegodain doang dengan bawa kabur lunch boxnya temennya Najmah.. terus dilanjutkan dengan pura2 itu lunch box mau dilempar ke lantai bawah. Ya ciutlaahh anak orang.. akhirnya temennya Najmah nangis. Marvell (pula yang) langsung ngadu ke wali kelasnya Najmah. Akhirnya Marshall ditegur baik2.
Si sweet boy udah minta maaf duluan ke temennya Najmah itu.
Gue juga begitu denger beritanya langsung sms ortunya temennya Najmah. Minta maaf. Delivered. Tapi nggak dibales.

Nah terus si cah bagus sedihnya berkelanjutan. Ho oohh.. Marshall ngerasa sedih karena udah bikin nangis anak orang dan kena tegur ibu guru. Yaelaaahh ntoong.. alus amat perasaannya siikk.. :))

Sementara si kemburnya ini niiihh... si den Marvell..
Gue denger Eha kaget ngeliat tas kosongnya Marvell.
Jadi si entong pulang sekolah cuman bawa tas kosong doang dan lunch box kosong!!
Kemana buku-bukunyaa???

"Ada di bawah meja, mom.. Aku lupa"



Sekitar Maghrib.. itu anak ternyata malah ketiduran sambil main. Macam orang yang terlalu sibuk lagi bikin disain tata kota permintaan Gubernur ajaaaaa...

Saturday, January 4, 2014

Kapan Pintarnya….

Scenery 1:

Ini kejadian beberapa tahun yang lalu. Sekitar tahun 2010.
Waktu itu gw lagi bawa 4 anak main-main di playland di Plaza Pondok Gede.
Duduklah Big Mommy sambing ngangon anak-anak main.

Sambil duduk gue liat Marshall lari-lari kecil excited mau ngambil sebuah mainan mobil2an yang ada di pojokan. Mobil-mobilan yang si anak bisa masuk ke dalam mobilnya dan bisa nyetir itu mobil.
Sebelum Marshall sampek ke itu mobil-mobilan, seorang anak kecil laki-laki yang menurut penglihatan gue seumuran juga sama Marshall, langsung lari menuju mobil yang dituju.

Marshall jadinya ngebatalin niatnya untuk mainin itu mobil-mobilan. Dan balik badan lalu nyari mainan lain. Anak kecil laki-laki itu didampingin bapaknya yang duduknya nggak jauh dari itu anak. Bapaknya senyum. Senyum ke anaknya.

Terus ada mainan motor-motoran, dimana si anak bisa naikin itu motor dan ngendarain motornya di playland itu. Gue liat Marvell menuju motor itu. Lari-lari kecil dengan wajah excited juga. Dan sebelum Marvell nyampe ke itu motor-motoran, anak kecil laki-laki tadi langsung buru-buru keluar dari mobil-mobilan dan duluan naikin motor-motoran yang posisinya nggak jauh dari tempat dia main mobil-mobilan.

Bapaknya itu anak ngeliat kejadian itu. Dan senyum ke anaknya.
Dan Marvell gue liat udah sibuk nyari mainan lain. Something was not right, itu yang ada di pikiran gue.

Beberapa saat kemudian, gue liat anak laki2 itu lagi sibuk main di area lain. Gue liat mobil-mobilan dan motor-motoran nganggur nggak ada yang mainin. Gue panggillah Marshall yang ada di dekat gue.. Maksudnya supaya Marshall mainin itu mobil-mobilannya. Dan.....

Seketika itu juga si Bapak manggilin anaknya supaya dateng ke dia.
Kalo anaknya dateng ke dia, artinya anaknya akan ngeliat bahwa ada anak lain yang pingin main mobil-mobilannya. Dan bener aja.. pas anaknya ngeliat ada anak lain yang menuju ke mobil-mobilan itu, dia langsung nyerobot. Marshall yang udah berhasil nyentuh itu mobil2an (belum sampek masuk ke dalam mobil dan duduk), karena ada anak lain yang nyerobot.. ya dia langsung ngebatalin niatnya untuk mainin itu mobil-mobilan.

What??? Bukannya gue sebel karena anak gue nggak self-defense yaa.. karena gue udah ajarin banget-banget anak2 gue untuk sharing di tempat main umum kayak gitu. Yang bikin gue keki adalah.. itu bapaknya kok diem aja ngeliat anaknya tabiatnya kayak gitu. Dan seolah-seolah ngedukung anaknya.

Gue spontan bilang: "gantian dong mainnya"
Saat itu juga gue denger si bapak bilang ke anaknya: "dikumpulin aja mainannya.. taro di pojok sini" (maksudnya mainannya ditaro di pojokan deket bapaknya duduk.. jadi kalo ada yang mainin, si bapaknya itu bisa liat )
Terus si bapak geblek itu nengok ke gue dan bilang sambil senyum: "namanya juga anak-anak bu"

Lah dipikir gue stupidito apa nggak bisa ngertiin dunia anak2? 
Dengan nada tegas gue bilang: "memang mereka anak-anak, tapi bapak sebagai orangtuanya harus ngajarin yang bener dong.. nggak boleh kayak begitu"

Dia balas sengit lagi.. "ngajarin yang bener gimana? namanya juga anak-anak bla..bla..bla..bla..bla.."
Gue tetep ngoceh dan bilang: "mana bisa di tempat main umum kayak gitu Bapak ngajarin anak untuk nguasain mainan.. yang benerlah ngajarinnya"-- emang nada suara gue udah tinggi disini. Tapi itu karena reaksi gue ngeliat bapak-bapak nyinyir yang sok iyeh banget ngebenerin tindakan konyolnya.

Dan... udah bingung dan malu mau bilang apa karena orang tua lain mulai ngeliatin kami berdua, dia berusaha (mungkin) mempermalukan gue dengan bilang: " ibu itu pake jilbab juga, ngomongnya kayak begitu"

Salah banget kalau dia pikir gue akan diam.. (nantilah masalah jilbab ini gue bahas belakangan yaa). Gue pun bilang: "nggak ada hubungannya sama jilbab saya. masalahnya disini adalah Bapak ngajarin anak nggak bener!! Bukan jilbab saya masalahnya!!"

Akhirnya dia diem sambil ngedumel2. Marshall pun ngedeketin gue dan nanya ada apa.
Dengan suara gue yang lantang dan pastinya didengar ibu-ibu yang lain gue bilang ke anak gue:
"Kelakuan anak tadi itu jangan dicontoh ya nak. Itu kelakuan yang nggak baik. Kalau main di tempat umum kamu harus mau gantian sama anak-anak lain. Itu namanya anak baik. Yang kayak tadi itu nggak baik namanya"

Beberapa detik abis gue ngomong gitu, anak cowok si bapak tadi itu bikin masalah dengan ngerebut motor2an yang lagi dinaikin anak lain... Dia narik itu motor2annya sampe anak kecil yang lagi naikin motor itu hampir jatuh. Untung ibunya itu anak langsung sigap megangin anaknya dan nggak jatuh.
Dan Bapak konyol tadi itu? Dengan nggak begitu sigap dia ngambil anaknya.

Dan gue?
Namanya pan kita emak2 nyinyir yang nggak bisa liat kesempatan untuk nyinyir balik kan yaakk.. :P Ya gue ngocehlah... gue bilang ke Marshall: "tuh liat tuh.. nggak bener kan nak kelakuan kayak begitu. Itu nggak baik yaa.. Mommy nggak pernah ngajarin kayak gitu" Cemes yang bagus dari Icuk!! :P

Dan bapak itu?
Langsung dia gendong anaknya dan pergi keluar dari Playground!!


Scenery 2:

Ini kejadian beberapa hari yang lalu, hari Senin 30 Desember 2013.
Gue dan suami ngajak anak-anak ke monas untuk main layangan. Selain main layangan, rencananya mau main badminton juga.

Lagi seru-serunya main layangan, tiba-tiba gerimis. Akhirnya semua orang yang ada di monas, pada tergopoh-gopoh nyari tempat berteduh. Siap-siap kalau hujan deras.
Dan banyak banget yang menuju ke parkiran. Artinya.. kalau mau ke parkiran, ya harus melewati jalan keluar dulu dong.

Kami sekeluarga buru-buru jalan menuju parkiran. Kebetulan mobil diparkir pas banget deket sama jalan keluar. Masalahnya adalah... jalan keluarnya itu kecil banget. Cuman muat 1 orang. Gue liat orang-orang panjang antri mau keluar. Ya gue dan anak-anak antri juga dong. Pastinya.

Dari belakang tempat gue berdiri, banyak juga orang2 dari sisi kanan dan kiri yang nyelak. Mereka nggak mau ngantri. Gue masih sebodo amat. Dan rintik-rintik hujan volumenya mulai membesar.
Begitu gue udah mendekat ke jalan keluar, masih ada aja orang-orang yang nyelak dari kanan dan kiri. Ya disini gue nggak bisa biarinlah. Karena artinya dia akan nyelak giliran gue dan anak-anak gue. Dan jumlah orang yang nyelak itu banyak. Bisa keguyur hujan anak2 gue jadinya.

Akhirnya bersuaralah gue: "Pada antri yaaa.."
Terus ada ibu-ibu dengan ketusnya ngejawab gue: "emangnya tiket pake antri.."
Laahh!!
Gue bilang lagi: "ya tetep aja harus antri dong.. anak-anak saya aja antri nih"
4 anak-anak gue barisnya di belakang gue. Mereka cuman ngeliat bingung ke orang-orang yang nggak mau antri itu.

Semakin gue mendekat ke jalan keluar, untuk mencegah ibu-ibu dan rombongannya itu nyelak, gue hadang dia dengan tangan gue yang berpegangan ke pagar. Jadinya dia nggak bisa nyerobot.
Terus dia langsung marah-marah..

Dia bilang: "ini ngapain sih nutup-nutupin..orang mau keluar juga"
Gue bilang: "antri kamu dibelakang"
Dia berusaha nepis tangan gue, berharap tangan gue lepas dari pegangan ke pagar.
Pegangan gue nggak lepas. Tapi gue malah nyolek lengan dia nyuruh dia antri ke belakang.
Temen-temennya akhirnya mau bergerak antri ke belakang.
Pas gue liat... laahh dia malah antri pas di belakang gue dan nyerobot anak-anak gue..
Hahahhahaaa... kelakuan yaa..

Temen-temennya yang dibelakang gue mulai marah-marah.
Gue diemin aja. Gue tetep cuman bilang nyuruh mereka antri.
Pas giliran gue keluar, gue langsung tarik pelan tangan anak-anak gue yang mereka serobot dan ngeduluin anak2 gue keluar. Dan para ibu-ibu barbar itu? Ya mereka masih ngoceh marah-marah karena nggak bisa nyelak keluar duluan.

Begitu gue dan anak-anak udah diluar dan gue masukin anak-anak ke mobil, para ibu2 itu masih marah2.. Gue cuman kasih senyum tengil sambil bilang "keki yaa.. nggak bisa nyelak"

Dan... ujung-ujungnya salah satu ibu-ibu bilang: "wooooo... percuma aja pake jilbab!!!"
Dan... gue pun menjawab: " nah loe apa? itu jilbab juga bukan yang loe pake?" :)))

============

2 cerita diatas pernah gue share ke beberapa orang. Suami gue salah satunya.
Semua orang yang gue ceritain gemes dengan cerita itu. Dan hampir semuanya menyatakan kalimat yang sama.. "ya namanya juga orang kampung"..

I think we have to stop dengan segala pemakluman "ya namanya juga orang kampung"..
Dan kalau menurut gue, nggak perlu juga labelisasi antara orang kota dan orang kampung.
Apalagi kalau labelisasi itu yang mengarah ke konotasi yang kurang enak.
Nggak semua juga orang kampung itu nggak punya manner.
Nggak semua juga orang kampung itu nggak bisa mendidik anaknya dengan baik.

Di pandangan gue..
semua orang dewasa itu.. mau itu orang kota atau orang kampung..
Ya udah kudu harus ngerti mana yang baik dan buruk.
Kalau emang masalah antri aja yang merupakan hal sepele nggak ngerti-ngerti juga.. kapan mau pintarnya bangsa ini kakaaaakkk....

Dan...
Kapan pintarnya kalau loe masih juga mikir bahwa orang yang pake jilbab panjang nggak pantas untuk negur dan marah kalau ngeliat ada yang nggak bener? Bukan di jilbab gue masalahnya, cwiinn..

...bersambung...

How Do You Talk to an Angel?

Scene 1: Di bagian mainan anak-anak. Tiba-tiba ada anak yang kira-kira umur 4 tahunan langsung teriak. "Mau yang ini!!!!" ...