Thursday, September 27, 2012

Life Lessons for Marshall?




Kamis, 27 Sept 2012

Hari ini ada ultah temen sekelasnya Marvell. Sebetulnya Big Mommy lupa juga sik.. Marshall yg di kelas 1A2 diundang ga ya? Iyesss...twinster ini memang berbeda kelasnya..

Daripada bingung, sayah PD aja bawa dua2nya ke pesta. Udah nyiapin 2 kado.

Ternyata telat pulak jemputnya.
Jadilah ngerepotin yg punya hajat, nitip memboyong si kembar juga ke tempat parteeehhh...

Iyesss (lagi)...pestanya itu siang2 jam 12, after school. Dan Big Mommy langsung meluncur ke KFC di Gelael MT Haryono..

Ok..let the story begins yaaakk..
Pas gw dateng, twinster dan teman2nya lagi baris di depan. Jadi mereka mau ikutan games. Si MC meminta krucil2 itu utk nyebut "Cangkir, Cengkeh,...." (Gw lupa kata ketiganya apa)...

Anak2 banyak yg kepeleset ngucapnya. Banyak yang "cangkir, kenceh..."
Marvell lancar dia. Dapatlah dia hadiah.
Begitu giliran Marshall, kepeleset dia. Tak dapat hadiah. Lalu duduk dia.

I can sense something will be happened.
Dari jauh gw liat Marvell langsung menghibur Marshall begitu Marshall smp di tempat duduk.
Tapi Marshall seolah ga menggubris.
Marvell terus ngajakin ngobrol.
Dan ga berapa lama gw liat Marshall udh megang hadiahnya Marvell.

Ternyata Marvell kasih hadiahnya ke Marshall. To make him happy.
Tapi dari body gesturenya Marshall yg gw liat dari belakang, I can feel something was wrong. Akhirnya gw datengin mereka..

Begitu gw liat muka Marshall......
Bener aja...mukanya udh merah nahan nangis. Rona mukanya sedih. Dan gw bisa lihat betapa dia sekuat tenaga nahan tangisnya.

"Are you ok,Marshall?" I said..
Air matanya malah ngambang.
"Marshall, it's alright..it's just a game"
Dia malah nunduk sedih..

"You can do something with you're good at...and get a prize. Wanna do that?" Kata gw..

Marshall ngangguk.
Gw tanya lagi: what do you wanna do?
Marshall diem.
Gw: like singing?
Marshall ngangguk..

Dan serta merta gw langsung bilang ke MCnya. Tolong Marshall dipanggil nyanyi, dia pingin dpt hadiah kayak kembarnya..

MC pun nurut.. Terpaksa nurut kali yaaakk...takut juga kali dia gw gendong.. :)))

Marshall pun dipanggil.
Dia pun nyanyik.
You are my sunshine..
My only sunshine.. You make happy..
When skies are grey..
....
....

Selesai.
Dan Marshall dpt hadiah.
And he's happy.

Well...
Actually, I don't like to do that.
Mengatur sesuatu untuk melindungi perasaan anak. Gw tau banget gw hrs mendidik Marshall to cope up with the situation..

Tapi saat itu gw mikir..
Gw belum mempersiapkan Marshall akan situasi ini. Gw belum kasih dia briefing. Belum ajakin dia ngomong heart-to-heart.

Yes..he's kinda kid yg harus diajakin ngomong dulu..di briefing dulu ttg apa yg sebaiknya dia lakukan kalau menghadapi situasi tertentu.
Bukan mutlak model kayak gitu sik..tapi maksudnya Marshall reaksinya akan lbh baik kalau udh 'dipersiapkan' terlebih dahulu.

Tapi kalau terlanjur kejadian, dan dia upset banget, ya gpp juga sik... Palingan gw akan menghadapi Marshall yg terlanjur sedih banget.

Akhirnya pas smp rumah..gw panggillah ke kamar Big Mommy.
Gw ajakin ngomong. Bahwa games itu adalah for fun. Menang atau kalah itu biasa. Kalau Marvell yg menang, dia sebaiknya bangga dan bahagia, krn Marshall adalah kakaknya..

Dan gw bilangin juga..
Kalau temen sekelasnya Marvell ulang tahun dan Marshall ga diundang, Marshall ga boleh sedih. Itu biasa.
Krn nanti akan ada saatnya temen sekelas Marshall ulang tahun dan Marvell ga diundang.

Awalnya Marshall bilang dia akan tetap sedih kalau ga diundang. Gw ajaking diskusi terus. Dan akhirnya (tampaknya) dia mengerti..

Nah..kita liat aja besok pas temen sekelas Marvell ultah..

Follow me at my free spirit twitter timeline @YonnaKairupan

No comments:

Post a Comment

How Do You Talk to an Angel?

Scene 1: Di bagian mainan anak-anak. Tiba-tiba ada anak yang kira-kira umur 4 tahunan langsung teriak. "Mau yang ini!!!!" ...