Tuesday, January 24, 2012

Kairupan Massage Service


ooohh...Sudah tentu pasti dan yakin sekali bahwa servis ini bukan untuk umum yaaahh..
Ini hanya untuk The Kairupan only.. Tepatnya keluarga Eric Kairupan.. :)))

Jadi ceritanya nihh tadiii....
Waktu 3 krucils pada pulang sekolah dari TKnya, mereka seperti biasa nangkring happy di kamar utama. Becanda2 dan ngobrol2 kecil sama Big Mommy.

Tiba2 Marshall bilang "Mom, aku sakit leher"
Me: lhooo...what happened?
Marsh: I don't know... but I want pijit
Me: Huh?
Marsh: I need pijit di leher, Mom

Lhaaa....sementara sayah kan lagi tenungging2 ngerjain PR follow up biar cepet kelar.
Kebetulan ada si funny boy, Marvell, jadi saya oper deh tuuh ke Marvell a.k.a Syauqi.

"Syauqi, would you please give Syafiq (Marshall) a massage?"

Kata Syauqi or Marvell: "aku sering massage mama"
Marshall: Sekarang Syauqi pijit anak kecil..

Lhaaa....dia ngatur kembarnyaaa... :)))
Syauqi nolak...kata dia "mau main dulu"
Akhirnya Big Mommy coba oper ke Najmah...
"Najmah, would you please give Syafiq (Marshall) a massage"

Dan my angel lil girl said "ow..sure"
Jadilah si upik mijitin abangnya....

Sapah tau ada yang mikir...iiihh kok ini emaknya terlalu nurutin permintaan anaknya sik? Sampe anak2nya yang lain disuruh menuhin permintaan Marshall?

Well...since I'm the mother dan I know well karakternya si sweet boy ini....jadi sayah jelaskan alasannya yaaakk... *hihihihi...padahal nggak ada yang mau tau kali yaaakk..*
Gpp...sayah tetep keukeuh jelasin aja.

Jadi...Marshall itu adalah sweet boy banget. Introvert. Perasa. Dulu pemaluuuu banget. Tapi sekarang udah mulai berani ketemu orang, walaupun belum mau bersosialisasi. Dia cuman mau bersosialisasi only with the family. :(

Akhir2 ini moodswingnya parah banget. Nggak ketebak. Kadang dia happy. Kadang dia sedih. Dan di sekolah itu benar2 nggak mau main sama yang lain. Nggak mau kesentuh. Kesentuh dikit...dia bisa nangis dan merasa dia didorong.

Kalau ngerjain assignment dari gurunya...dia hanya mau ngerjain in his own way. Dia nggak mau dibilang kalau yang dia kerjain itu salah. The only teacher yang hanya mau didengar dan dipahami oleh Marshall adalah cuman Miss Puji seorang.

Nah, Marshall ini suka mengeluh ke sayah, kalau dia merasa siblingnya nggak mau main sama dia. Kalau si kakak negur Marshall karena Marshall abis melakukan one tiny mistake, Marshall langsung nangis sedih...dan kadang langsung menyendiri. Kadang langsung ngadu ke Big Mommy... Kalau sayah lagi ada di rumah.

Perasaaaaaa banget.... Kalau nada bicara saya udah naik dikiiiiit ajaaa... Marshall langsung bilang "Kok Mommy marah?" dengan nada dan wajah sedih... Hadooooohhh... Ciut hati sayaaahhh...

Jadi...saya pingin menciptakan pemikiran di kepalanya Marshall bahwa semua siblingsnya sayang sama dia. Memperhatikan dia. Masih mau sama dia. Mau menolong dia. Itu dulu aja. Once udah tertanam pemikiran seperti itu...baru deh pelan2 saya arahkan dan saya kendalikan supaya Marshall nggak bossy. Gituuuu.... Jadi sayah mau bikin Marshall merasa secure dulu aja..

Tadi malem aja... Waktu di kantor Oriflame..
Twinster di drop oleh Bieby, Om Irvan, dan Granny...setelah abis nginep puas dari hari Jumat. Jadilah twinster hadir dengan tas gembolannya. Dan tiba2 Marshall mau ambil Nintendo DSnya yang katanya ada di dalam tas.

I asked him to get it by himself. Marshall nurut. Buka tas. Mulai ngubek2 tas. Dan dia bilang "nggak ada, Mom. I can't find it"

Saya bilang lagi... "try again...do it slowly, darling.." *saya sambil ngetik2 kerja di depan laptop* Dia cuman duduk lunglai dan bilang "sudah...but nggak ada mom"

Dan Marshall minta Marvell yang cariin. Tapi Marvell nolak karena lagi seru main DS. Saya coba minta Marvell untuk bantuin Marshall...tapi kata Marvell "Aku main dulu, mom.." Akhirnya saya bilang..."I think you better wait for a while, Syafiq"

Selang beberapa menit...saya lihat Marshall duduk sambil nangis tanpa suara :'(
Akhirnya saya bilang ke Marvell a.k.a Shauqi.. "Syauqi, you're a nice boy...please help Syafiq for a while.."

Akhirnya Marvell berenti main DS dan bantuin cari DSnya Marshall di tas.
Cuman butuh 3 detik kayaknya bagi Marvell utk nemuin DSnya Marshall..dan dia bilang "Kan aku udah bilang...it's behind kantong plastik" dan itu teruuuusss aja diulang2 sama Marvell... Pasang gaya banget karena dia berhasil nemuin DSnya Marshall.

That's my twins... and I heart them so much..
Semogaaaaaa....mood swingnya Marshall bisa membaik yaaahh....
Amiiiinn.....

No comments:

Post a Comment

Sibuk? Anak Banyak? Belanjanya Begini Aja

Lagi fokus banget di lokasi shooting, dapet whatsapp dari si bungsu kalo odol abis, sabun abis, ini abis, itu abis.. plus dia minta c...