Monday, August 14, 2017

How Do You Talk to an Angel?


Scene 1:
Di bagian mainan anak-anak. Tiba-tiba ada anak yang kira-kira umur 4 tahunan langsung teriak.

"Mau yang ini!!!!"
"Kita liat dulu yang lain yuk"
"Nggak mauk!!! Mau yang iniiiii!!! Yang ini pokoknya!!"
Lalu tiba-tiba nangis kejer di area mainan anak-anak. Di Mall.
Nggak cuman sampe situ, si anak lanjut jongkok. Lalu duduk. Lalu ngegoser-goserin kedua kakinya. Sambil nangis kejer. Lalu tiduran. Lalu guling-guling. Sambil nangis kejer.

Friday, August 11, 2017

This is Us: Pelajaran dalam Rumah Tangga


"We had a fight and we both need a minute to catch our breath. The kids are gonna be fine. We show them how in healthy marriage that it’s just gonna be just a bloop in the radar few years from now. We’re the parents. We do the best we can. But at the end of the day, what’s happened to them, how they turn out, it’s bigger than us. Sometimes they make good decision, sometimes bad decision. Every once in a while they’re gonna do something that knocks our feet. Our kids are gonna be fine."

Tuesday, August 8, 2017

Anak Pasti Akan Memilih Ibunya


"Gue sedih. Ketika gue pulang ke rumah (dari kerja), anak gue bukannya ngedatengin gue. Tapi malah nyari mbaknya."

Kata seorang ibu muda lagi curhat ke temennya. Pilu banget nadanya. Bukannya doyan nguping. Tapi waktu itu jarak antara meja saya dan kumpulan ibu-ibu muda itu deketan. Plus si ibu muda ngomongnya rada besar juga volumenya. I couldn't help but follow her stories kan jadinyaaa :D

Saturday, August 5, 2017

Sebelum Punya Anak, Punya Value Dulu Dalam Keluarga



"Jadi orang tua itu emang nggak ada sekolahnya. Kita nggak dididik untuk menjadi orang tua yang baik. Jadi sebelum kita bisa bicara (tentang peraturan) ke anak, orang tua sudah harus punya commitment dulu tentang value apa yang akan diterapkan pada anak"

Jeng..jeeeng...
Susunan kata-kata itu saya tangkap ketika pertama kali hadir di seminar parentingnya ibu Elly Risman beberapa tahun yang lalu. Lupa tahun berapa. Tapi twinster masih kucil-kucil. Saat itu saya niat banget untuk memperdalam ilmu parenting, mengingat krucil kenyataannya nggak akan bertahan cilik terus. Yang saya ingat saat itu udah ada gejolak dalam menghadapi si sulung Melvyn.

Saturday, July 8, 2017

Patah Hati Pagi-Pagi

Pagi-pagi sudah patah patah hati. Patah hati yang dicari-cari. Patah hati tapi nyengir-nyengir sendiri. Siapa yang patah hati? Gue dan suami.

Hari ini adalah hari pertama si Sulung masuk sekolah. Sekolah baru. Jenjang baru. SMA. Gue dan suami nganterin dia pagi-pagi ke sekolah barunya. Kebetulan abis itu jadwal padat. Diantaranya beli baju kuntilanak, wig kuntilanak, dan beli kasur baru untuk Tini, mbak barunya The Kairupan. Kegiatan ibu rumah tangga pada umumnya laaahh ini maahh 😋

So, kami antarkan si Sulung ke sekolah barunya. Tadi malam emang udh bilang ke suami:

"Aku mau ikut yaa.. mau foto2 si Sulung di sekolah barunya"

Masuknya jam 7 pagi.
Kami sampeknya jam 6.30. Nggak bisa belok kiri masuk ke area sekolah karena mobil udah berjejer parkir dan jalanan padat karena banyak mobil yang drop off anak-anak sekolah. Suami sayang mutusin parkir darurat di pinggir jalan.

"Perlu bawa uang untuk beli makanan nggak Melv?" Bapake nanya.

"Nggak perlu, Pa. Cuman sebentar kok."

Tapi tetep dikasih uang untuk beli minuman. Lalu suami ngajakin turun.

"Papa mama turun ya?" Kata gue.

"Hah.. turun ma? Kayaknya nggak usah deh ma. Nggak ada yang orang tuanya turun."

"Masa sih? Kamu nggak perlu ditemenin?"

"Nggak ma. Thank you ma. Bye Pa, Ma. Love you!"

Lalu si Sulung keluar mobil dan berjalan cepat menuju sekolahnya.

Kami berdua masih berusaha mencerna situasinya. Lalu suami mulai ngejalanin mobil mau memulai perjalanan selanjutnya. Baru juga jalan 2 meter, kami ngeliat lahan parkir yang diisi mobil-mobil. Ya pastinya itu mobil oramg tua yang nganterin anak-anaknya sekolah kan. Nggak pake mikir-mikir panjang, seolah-olah kayak mendapat panggilan untuk masuk surga, suami langsung ikutan parkir disana. Dan kami sigap berjalan menuju sekolah barunya si Sulung.

Ternyata..
Setelah memasuki gerbang sekolah, area parkir sekolah dipenuhi siswa siswi baru sekolah itu. Area lobby juga penuh. Dan ada orang tua murid juga di area parkir. Kami tidak sendiri kaaaann 😋😋

Kami cari-cari anak tampan dan tinggi menawan di area parkiran. Tapi nggak ada. Di lobby yang penuh anak-anak berdesak-desakan juga nggak ada. Sementara terdengar suara announcement dari speaker sekolah. Kedengarannya kayak ngucapin selamat datang ke para siswa siswi baru dan apapun yang akan mereka kerjakan pagi itu akan segera dimulai.

"Aku telpon Melvyn ah.." suami bergumam. Lalu mulai mendial handphone yang udah ngeletek-ngeletek pinggirannya. Tambeng memang suami gue. Nggak mau banget ganti hp baru sebelum hpnya awarahum.

"Melv, dimana? Papa mama ada di luar nih. Kamu keluar dong..
........
Ah masaaaa nggak bisa keluar? Ini masih banyak yang diluar kok.
.......
Masa sih udh mau mulai?
.......
Oh.. ya udah. Jadi nggak bisa keluar?
.......
Ya udah deh.. Bye sayang.."

Lalu akhirnya kami balik kanan, jalan kaki dengan rapi menuju mobil. Ceritanya patah hati berjamaah suami istri ini. Patah hati yang dicari-cari sendiri. Gimana nggak dicari-cari sendiri coba. Anak bujang jakunnya udah naik turun, masih aja orang tuanya komplit mau ikutan dampingin 🤣🤣🤣

Take that Eric Yonna.. you might wanna face the fact that your son will be ready soon to fly by himself out of his nest


Saturday, June 24, 2017

Bandingkan Harga Dulu, Sis!


Kerjaannya wanita kan gitu yak, ngebandingin harga mulu sebelum akhirnya mutusin mau beli sesuatu. Kalau gue sik gitu. Dan perangai ratusan wanita lainnya yang sedang ada di ITC, pasti keliling-keliling dulu ke toko lain sebelum akhirnya mutusin mau beli baju atasan. Di Thamcit juga gitu. Beuuhh.. itu mah ribuan wanita deh disana. Kalaupun ada yang nggak keliling dulu, langsung beli di suatu toko yang dia datangi, itu karena udah jadi pelanggan tetap. Karena gue begitu.

Tabiat itu tentu aja kasih kepuasan tersendiri. Karena pada akhirnya biasanya kita akan sukses dapetin harga yang paling murah untuk produk yang sama. Begitupun kalau lagi belanja online. Kita juga sebaiknya bandingkan harga dulu untuk produk yang sama sebelum akhirnya ketok palu mutusin mau beli suatu produk.

Sibuk? Anak Banyak? Belanjanya Begini Aja

Lagi fokus banget di lokasi shooting, dapet whatsapp dari si bungsu kalo odol abis, sabun abis, ini abis, itu abis.. plus dia minta c...